Berita 17 Aug 2026 99 Dilihat

Srikandi Linmas Panembangan Jadi Danton Upacara HUT Ke-81 RI, Tegaskan Peran Perempuan di Garda Desa

Website Resmi Desa Panembangan

Srikandi Linmas Panembangan Jadi Danton Upacara HUT Ke-81 RI, Tegaskan Peran Perempuan di Garda Desa

PANEMBANGAN, BANYUMAS — Empat perempuan anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, tampil di garis depan sebagai Komandan Pleton (Danton) dalam Upacara Pengibaran Bendera memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Keempat perempuan tersebut adalah Iswanti dari RT 005 RW 001, Nurul Azizah dari RT 008 RW 002, Mughniyah dari RT 001 RW 002, dan Ani Ngaisah dari RT 003 RW 001.

Mereka bertugas memimpin dan mengoordinasikan barisan dalam upacara yang digelar di Lapangan Desa Panembangan dan diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat serta lembaga pendidikan di wilayah Desa Panembangan.

Penampilan empat Srikandi Linmas tersebut menjadi salah satu sorotan dalam pelaksanaan upacara. Bukan hanya karena mereka menjalankan tugas sebagai Danton, tetapi juga karena kehadiran mereka memperlihatkan semakin terbukanya ruang bagi perempuan untuk mengambil peran strategis dalam kegiatan kemasyarakatan dan pelayanan publik di tingkat desa.

Perempuan tampil di garis depan

Dengan sikap tegap dan penuh disiplin, keempat Srikandi Linmas menjalankan tugasnya di hadapan peserta upacara. Mereka memastikan barisan tetap tertib sekaligus menunjukkan kemampuan perempuan dalam menjalankan tugas yang membutuhkan keberanian, ketegasan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Kehadiran perempuan sebagai Danton juga memberikan pesan bahwa tugas menjaga ketertiban dan membantu perlindungan masyarakat bukan semata-mata menjadi wilayah laki-laki.

Perempuan memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama untuk mengambil bagian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Momentum tersebut menjadi gambaran nyata semangat emansipasi perempuan di tingkat desa. Perempuan tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga tampil sebagai pelaksana dan pemimpin dalam sebuah kegiatan yang melibatkan ribuan masyarakat.

Dari lingkungan RT ke barisan upacara

Keempat Srikandi Linmas berasal dari lingkungan masyarakat yang berbeda di Desa Panembangan. Iswanti mewakili RT 005 RW 001, Nurul Azizah dari RT 008 RW 002, Mughniyah dari RT 001 RW 002, serta Ani Ngaisah dari RT 003 RW 001.

Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa peran perempuan dalam pembangunan desa dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat paling dekat, yakni keluarga, RT, dan RW.

Melalui tugas sebagai anggota Linmas, mereka mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan organisasi, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Peran tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa partisipasi perempuan bukan sekadar pelengkap. Sebaliknya, perempuan dapat menjadi bagian penting dalam sistem perlindungan masyarakat dan berbagai kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan di desa.

Bagian dari upacara yang berlangsung khidmat

Upacara Pengibaran Bendera HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tersebut dilaksanakan di Lapangan Desa Panembangan pada Senin (17/8/2026).

Kepala Desa Panembangan H. Untung Sanyoto, S.Pd. bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan diikuti 6.523 peserta dari 26 RT, yang terdiri atas unsur masyarakat dan institusi pendidikan, mulai dari Kelompok Belajar, TK, SD/MI, hingga SMP/MTs di wilayah Desa Panembangan.

Selain Srikandi Linmas, pelaksanaan upacara juga melibatkan Karang Taruna Desa Panembangan, Pasukan Pengibar Bendera dari MTs Ma'arif NU 2 Cilongok, serta paduan suara dari sekolah yang sama.

Rangkaian upacara berlangsung tertib dan khidmat. Antusiasme peserta yang begitu besar menciptakan suasana yang tidak hanya sarat dengan semangat nasionalisme, tetapi juga menunjukkan kuatnya kebersamaan masyarakat Desa Panembangan.

Emansipasi bukan sekadar simbol

Kehadiran empat Srikandi Linmas sebagai Danton menjadi simbol bahwa emansipasi perempuan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.

Perempuan diberikan kesempatan untuk tampil, dipercaya memegang tanggung jawab, sekaligus membuktikan kemampuan di ruang publik.

Dalam konteks pembangunan desa, keterlibatan perempuan seperti ini menjadi penting karena pembangunan yang kuat membutuhkan partisipasi seluruh unsur masyarakat tanpa membedakan gender.

Perempuan dapat mengambil peran sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya, termasuk dalam bidang perlindungan masyarakat, ketertiban, sosial, pelayanan publik, hingga kepemimpinan di lingkungan masyarakat.

Kepala Desa apresiasi Srikandi Linmas

Kepala Desa Panembangan H. Untung Sanyoto menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas upacara, termasuk empat Srikandi Linmas yang telah menjalankan tugas sebagai Danton.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam kegiatan desa merupakan bagian dari semangat kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap kehadiran para Srikandi Linmas dapat menjadi inspirasi bagi perempuan lainnya untuk tidak ragu mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan di Desa Panembangan.

Bagi Desa Panembangan, penampilan Iswanti, Nurul Azizah, Mughniyah, dan Ani Ngaisah bukan sekadar bagian dari barisan upacara.

Mereka menjadi representasi perempuan desa yang berani tampil, siap mengemban tanggung jawab, dan mampu berdiri sejajar dalam ruang pengabdian kepada masyarakat.

Di tengah ribuan peserta yang hadir pada peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, empat Srikandi Linmas Panembangan menyampaikan pesan yang kuat: semangat kemerdekaan juga berarti memberikan ruang yang setara bagi perempuan untuk berkontribusi, memimpin, dan mengabdi bagi masyarakat.

Tulis Komentar