Berita 15 Aug 2026 155 Dilihat

Panembangan Tembus Seleksi Tahap 1 Satu Indonesia Awards 2026, Inovasi Smart Fisheries Village Jadi Sorotan

Website Resmi Desa Panembangan

Panembangan Tembus Seleksi Tahap 1 Satu Indonesia Awards 2026, Inovasi Smart Fisheries Village Jadi Sorotan

BANYUMAS — Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Inovasi Smart Fisheries Village (SFV) Svarga Minapadi yang dikembangkan di desa tersebut berhasil mengantarkan Agus Priyanto lolos Seleksi Tahap 1 17th Satu Indonesia Awards 2026 yang diselenggarakan Astra.

Agus Priyanto tercatat sebagai salah satu peserta yang lolos pada Kategori Desa Sejahtera Astra, bidang Kewirausahaan – Tokoh Penggerak Bidang Kewirausahaan (Individu).

Dalam pengumuman resmi yang ditampilkan panitia, Agus Priyanto dari Desa Panembangan, Kabupaten Banyumas, tercatat sebagai peserta binaan PT Astra International Tbk dengan gagasan berjudul “Smart Fisheries Village (SFV) Svarga Minapadi: Integrasi Minapadi Berbasis Teknologi Informasi dan Zero Waste Ekonomi Berkelanjutan.”

Capaian tersebut menempatkan Panembangan dalam jajaran peserta yang berhasil melewati tahap awal seleksi dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengangkat Potensi Desa Menjadi Ekosistem Ekonomi

Keberhasilan tersebut bukan semata-mata tentang budidaya ikan atau pertanian. Konsep SFV Svarga Minapadi yang dikembangkan di Panembangan menawarkan pendekatan yang lebih luas, yakni mengintegrasikan potensi pertanian, perikanan, teknologi informasi, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi lokal dalam satu ekosistem.

Konsep tersebut menjadi penting karena pembangunan desa tidak lagi cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Desa dituntut mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat kelembagaan masyarakat, membuka peluang ekonomi, sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya yang dimiliki.

Panembangan mencoba menjawab tantangan tersebut melalui pengembangan ekosistem minapadi yang dipadukan dengan prinsip zero waste dan pemanfaatan teknologi informasi.

Dengan pendekatan itu, sawah dan kolam tidak dipandang sebagai unit usaha yang berdiri sendiri. Keduanya dikembangkan sebagai bagian dari rantai ekonomi yang saling terhubung, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran, hingga pengembangan potensi wisata dan edukasi.

Dari Inovasi Lokal Menuju Pengakuan Nasional

Lolosnya Agus Priyanto pada Seleksi Tahap 1 menjadi capaian penting bagi Desa Panembangan. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari desa memiliki peluang untuk mendapatkan pengakuan ketika mampu menjawab persoalan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan.

Terlebih, Panembangan harus bersaing dengan berbagai inovator dari sejumlah wilayah di Indonesia. Pada kategori yang sama, tercatat sejumlah peserta dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Pasangkayu, Bantul, Samosir, Trenggalek, Pacitan, hingga Banyumas.

Nama Panembangan menjadi salah satu dari peserta yang dinyatakan lolos pada bidang kewirausahaan.

Bagi Desa Panembangan, pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi SFV Svarga Minapadi sebagai salah satu inovasi pembangunan desa yang memiliki nilai strategis. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk perikanan dan pertanian, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui kolaborasi berbagai kelompok dan pemangku kepentingan.

Tahap Berikutnya Menanti

Kelolosan pada Seleksi Tahap 1 belum menjadi akhir perjalanan. Berdasarkan informasi panitia, peserta yang dinyatakan lolos akan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan teknis Penjurian Tahap 2.

Penjurian tahap kedua dijadwalkan berlangsung secara online pada 1–2 September 2026.

Tahapan tersebut akan menjadi momentum bagi Agus Priyanto dan Desa Panembangan untuk mempresentasikan lebih jauh gagasan, proses pemberdayaan, dampak, keberlanjutan, serta potensi pengembangan SFV Svarga Minapadi.

Bagi Panembangan, capaian ini bukan sekadar pencantuman nama dalam daftar peserta yang lolos seleksi. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut menjadi validasi bahwa inovasi pembangunan berbasis potensi lokal dapat berkembang menjadi gagasan yang memiliki relevansi pada tingkat nasional.

Kepala Desa Panembangan dan seluruh masyarakat kini memiliki tantangan berikutnya: memastikan bahwa pengalaman, data, dampak, dan keberlanjutan program dapat disampaikan secara kuat pada tahap penjurian.

Dari desa, inovasi itu tumbuh. Dari potensi lokal, gagasan itu bergerak. Dan melalui SFV Svarga Minapadi, Panembangan kini membawa cerita pembangunannya ke panggung nasional Satu Indonesia Awards 2026.






Tulis Komentar