PANEMBANGAN — Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat desa.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk Optimalisasi Produksi Budidaya Ikan di Pokdakan Kridoyuwono, Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, yang dilaksanakan oleh Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 13.00 WIB, bertempat di Pendopo Balai Desa Panembangan. Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Desa Panembangan, Anggoro Agus Triyono, S.T.
Program pengabdian masyarakat Unsoed tersebut diarahkan pada penerapan teknologi perikanan dan budidaya perairan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, serta kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Unsoed Serahkan Alat Pencacah
Salah satu agenda utama kegiatan adalah penyerahan alat pencacah kepada kelompok pembudidaya. Alat tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung proses pembuatan probiotik dalam kegiatan budidaya ikan di Pokdakan Kridoyuwono.
Penerapan alat tersebut diharapkan dapat membantu pembudidaya meningkatkan efisiensi proses produksi dan mengoptimalkan penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan usaha perikanan.
Lebih dari sekadar bantuan peralatan, penyerahan alat pencacah menjadi bagian dari proses transfer teknologi kepada masyarakat. Dengan dukungan teknologi yang sesuai kebutuhan, pembudidaya diharapkan dapat mengembangkan praktik budidaya yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Enam Mahasiswa Unsoed Magang di Panembangan
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Magang Berdampak.
Sebanyak enam mahasiswa akan melaksanakan kegiatan magang di Desa Panembangan selama empat bulan ke depan. Kehadiran mahasiswa diharapkan memberikan kontribusi langsung terhadap proses pengembangan budidaya perikanan sekaligus menjadi ruang pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa.
Selama menjalani magang, mahasiswa akan berinteraksi dengan kelompok pembudidaya dan masyarakat. Mereka diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan akademik sekaligus belajar dari pengalaman masyarakat dalam mengelola potensi perikanan desa.
Kolaborasi tersebut menciptakan ruang pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Pengetahuan akademik yang dibawa mahasiswa dapat dipadukan dengan pengalaman lokal para pembudidaya sehingga menghasilkan pendekatan yang lebih kontekstual terhadap pengembangan usaha perikanan.
Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi dan Desa
Bagi Desa Panembangan, keterlibatan Unsoed melalui program pengabdian masyarakat dan MBKM Magang Berdampak menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi pendampingan yang menghasilkan perubahan nyata dalam pengelolaan usaha budidaya ikan.
Penerapan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan berkelanjutan menjadi fondasi penting untuk mendorong masyarakat semakin mandiri dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Melalui kegiatan ini, Pokdakan Kridoyuwono diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya ikan, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Kehadiran enam mahasiswa Unsoed selama empat bulan ke depan juga diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya inovasi baru di sektor perikanan Desa Panembangan.
Pada akhirnya, kolaborasi Unsoed dan Desa Panembangan menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat tumbuh lebih kuat ketika pengetahuan akademik, teknologi, dan pengalaman masyarakat dipertemukan dalam satu ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

