Sistem Informasi Desa Panembangan

Gambar Artikel

LPPM Unsoed Siapkan Program Pengabdian untuk Dorong Pengembangan Poklahsar di Panembangan

PANEMBANGAN — Upaya penguatan kapasitas pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Pada 8 Mei 2026, tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman menggelar kegiatan koordinasi rencana pengabdian masyarakat guna mendukung pengembangan usaha Poklahsar Ummi Mandiri dan Poklahsar Bunda Madani di Kabupaten Banyumas.

Kegiatan tersebut didampingi oleh Penyuluh Perikanan Kabupaten Banyumas, Chotoh Suraikhanah. Forum koordinasi difokuskan pada identifikasi persoalan yang tengah dihadapi kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan, sekaligus menggali kebutuhan strategis yang diperlukan untuk memperkuat pengembangan usaha masing-masing kelompok.

Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, terungkap bahwa setiap poklahsar memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Poklahsar Ummi Mandiri, misalnya, membutuhkan penguatan pada aspek peningkatan kapasitas produksi dan pengemasan produk, sementara Poklahsar Bunda Madani lebih menitikberatkan pada pengembangan sarana penunjang pemasaran dan diversifikasi produk olahan.

Menurut Chotoh Suraikhanah, pendekatan berbasis kebutuhan riil kelompok menjadi langkah penting agar program pengabdian masyarakat tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap keberlanjutan usaha masyarakat.

“Setiap kelompok memiliki karakteristik usaha yang berbeda. Karena itu, proses identifikasi kebutuhan menjadi dasar penting agar program pendampingan, pelatihan, maupun bantuan sarana prasarana dapat tepat sasaran dan mampu meningkatkan daya saing usaha kelompok,” ujarnya.

Rencana pengabdian masyarakat yang disusun LPPM Unsoed nantinya akan diwujudkan melalui kegiatan pelatihan teknis, penguatan manajemen usaha, hingga bantuan sarana dan prasarana penunjang produksi maupun pemasaran. Program tersebut diharapkan dapat membantu poklahsar meningkatkan kualitas produk, efisiensi usaha, serta memperluas akses pasar.

Kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha masyarakat dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun sektor perikanan olahan yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Selain meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, sinergi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi kelompok usaha masyarakat di tingkat lokal.












Tulis Komentar