Banyumas – Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, menjadi lokasi pelaksanaan Penilaian Desa Wisata Tahun 2026 pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal yang berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, akademisi, praktisi pariwisata, dan masyarakat.
Tim penilai terdiri atas Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Cicilia Eni Kurniati, S.T., M.T. beserta tim, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas Bahrudin, S.E., M.Si., Dimas Nurseto Adi, S.Par. dari Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, serta dua orang juri independen, yakni Dr. Tunjung Linggarwati dari kalangan akademisi dan Rudi Pamungkas, S.T. sebagai praktisi pariwisata.
Rombongan disambut di Pendopo Balai Desa Panembangan pada pukul 08.30 WIB sebelum memulai rangkaian visitasi lapangan ke berbagai destinasi dan pelaku ekonomi kreatif yang menjadi bagian dari ekosistem Desa Wisata Panembangan.
Visitasi diawali di wilayah RW 003 dengan mengunjungi Madu Klanceng, sebuah usaha budidaya lebah tanpa sengat yang mengembangkan produk madu alami sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai konservasi lingkungan dan peran lebah dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Lokasi ini menunjukkan bagaimana potensi pertanian dan keanekaragaman hayati dapat diolah menjadi daya tarik wisata edukatif yang bernilai ekonomi.
Perjalanan dilanjutkan menuju Poklahsar Bunda Madani, kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan yang menghasilkan beragam produk olahan berbahan dasar ikan. Keberadaan kelompok ini memperlihatkan bagaimana sektor perikanan desa mampu memberikan nilai tambah melalui inovasi produk sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis usaha mikro.
Masih di RW 003, tim kemudian mengunjungi Sanggar Sido Laras, kelompok seni yang secara konsisten melestarikan kesenian Gending Banyumasan sebagai salah satu warisan budaya khas Banyumas. Sanggar ini aktif membina generasi muda dalam seni karawitan Banyumasan sekaligus menjadi ruang pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Keberadaannya memperkuat identitas Desa Panembangan sebagai desa wisata yang tidak hanya mengandalkan potensi alam dan ekonomi kreatif, tetapi juga menjaga keberlanjutan tradisi serta kekayaan seni budaya daerah.
Rangkaian penilaian berlanjut ke RW 002 dengan mengunjungi Mandi Uap Ala Kuda, destinasi wisata kesehatan tradisional yang memanfaatkan metode terapi uap berbasis kearifan lokal. Konsep tersebut menawarkan pengalaman relaksasi sekaligus memperkenalkan praktik pengobatan tradisional yang masih lestari di tengah masyarakat.
Lokasi berikutnya adalah Napa Ecopounding, pelaku ekonomi kreatif yang mengembangkan kain batik alami (ecoprint) dengan memanfaatkan beragam daun, bunga, dan bagian tumbuhan sebagai motif utama pada kain. Melalui teknik pewarnaan ramah lingkungan tanpa bahan kimia sintetis, Napa Ecopounding mengangkat kekayaan flora lokal menjadi produk fesyen bernilai seni tinggi. Aktivitas ini tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi kreatif desa melalui produk khas yang memiliki nilai jual dan daya tarik bagi wisatawan.
Tim kemudian meninjau Poklahsar Ummi Mandiri, kelompok pengolah hasil perikanan yang dikenal aktif mengembangkan produk olahan ikan dengan standar mutu dan inovasi pemasaran yang terus meningkat. Kelompok ini menjadi contoh penguatan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal sekaligus mendukung penyediaan oleh-oleh khas desa wisata.
Visitasi ditutup di wilayah RW 001 dengan mengunjungi kompleks wisata Svarga Mina Padi, destinasi yang mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, kuliner, dan wisata keluarga dalam satu kawasan. Konsep tersebut menjadi representasi pembangunan desa yang mengedepankan pemanfaatan potensi lokal secara terpadu sehingga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang edukatif sekaligus rekreatif.
Usai pelaksanaan visitasi, seluruh peserta kembali ke Pendopo Balai Desa Panembangan untuk mengikuti sesi pemaparan dan evaluasi.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim penilai dari tingkat provinsi maupun kabupaten. Menurutnya, proses penilaian bukan semata-mata kompetisi, melainkan momentum untuk memperoleh masukan dalam memperkuat tata kelola desa wisata.
Ia menegaskan bahwa pengembangan Desa Wisata Panembangan dibangun melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari kelompok sadar wisata, pelaku UMKM, kelompok pengolah hasil perikanan, pelaku seni budaya, kelompok tani, hingga pemerintah desa. Dengan mengedepankan semangat gotong royong, setiap potensi lokal diupayakan saling terhubung sehingga memberikan manfaat ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Camat Cilongok, Susanti Tri Pamuji, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa Desa Panembangan memiliki modal sosial dan sumber daya yang kuat untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Banyumas. Menurutnya, keberhasilan desa wisata tidak hanya diukur dari banyaknya objek wisata yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan budaya, menghadirkan pelayanan yang baik kepada wisatawan, serta menciptakan manfaat ekonomi yang dirasakan secara luas oleh warga.
Ia berharap proses penilaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat Panembangan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi sehingga mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Pada sesi berikutnya, Dofi Oki Setiawan, S.Pd., mewakili Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), memaparkan perkembangan Desa Wisata Panembangan, mulai dari potensi unggulan, strategi pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, hingga arah pengembangan destinasi wisata secara berkelanjutan.
Menanggapi paparan tersebut, tim juri memberikan berbagai masukan konstruktif terkait penguatan identitas desa wisata, peningkatan kualitas pelayanan wisatawan, penyusunan paket wisata yang lebih terintegrasi, serta optimalisasi promosi digital agar potensi Panembangan semakin dikenal masyarakat luas.
Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Bahrudin, S.E., M.Si., juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Panembangan beserta masyarakat dalam membangun desa wisata yang tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, budaya, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan pariwisata desa.
Seluruh rangkaian kegiatan Penilaian Desa Wisata Tahun 2026 di Desa Panembangan berakhir pada pukul 14.00 WIB. Melalui proses evaluasi tersebut, Desa Panembangan tidak hanya menunjukkan keberagaman potensi yang dimiliki, tetapi juga memperlihatkan kesiapan masyarakat dalam mengembangkan pariwisata yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan sebagai salah satu penggerak pembangunan ekonomi lokal.