Logo
Sistem Informasi Desa Panembangan
Gambar Artikel

Publik Hearing Unsoed di Desa Panembangan, Awali Kolaborasi Pengembangan Potensi Desa

PANEMBANGAN — Pemerintah Desa Panembangan bersama Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (KMFEB Unsoed) mengawali kolaborasi dalam program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Publik Hearing Mitra Desa yang digelar di Pendopo Balai Desa Panembangan, Senin (29/6/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut menjadi forum dialog antara mahasiswa dan masyarakat untuk menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan desa.

Publik Hearing merupakan tahapan awal dari pelaksanaan Program Mitra Desa, sebuah inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang digagas KMFEB Unsoed. Program ini bertujuan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu ekonomi, bisnis, dan sosial secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi berbasis potensi lokal bagi pembangunan desa.

Acara dihadiri oleh Pemerintah Desa Panembangan, Ketua RW, Ketua RT, perwakilan Pohlasar, tokoh masyarakat, serta tim mahasiswa KMFEB Unsoed. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam merancang program yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai profil dan tujuan Program Mitra Desa. Tim KMFEB Unsoed menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam setiap proses perencanaan hingga pelaksanaan program. Dengan demikian, seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus berkelanjutan.

Setelah sesi pengenalan, kegiatan berlanjut dengan Focus Group Discussion (FGD). Dalam forum tersebut, peserta berdiskusi mengenai berbagai isu strategis yang berkembang di Desa Panembangan, mulai dari penguatan kelembagaan masyarakat, pengembangan usaha mikro dan ekonomi kreatif, optimalisasi potensi wisata desa, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga pemberdayaan generasi muda.

Diskusi berlangsung secara interaktif. Para Ketua RW, Ketua RT, serta perwakilan Pohlasar menyampaikan berbagai aspirasi dan kondisi yang dihadapi masyarakat di lingkungannya masing-masing. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan penting bagi mahasiswa dalam menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Desa Panembangan.

Kepala Desa Panembangan dalam sambutannya mengapresiasi dipilihnya Desa Panembangan sebagai lokasi pelaksanaan Program Mitra Desa. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi peluang besar untuk menghadirkan inovasi dalam pembangunan berbasis masyarakat.

"Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KMFEB Unsoed. Semoga melalui program ini lahir berbagai gagasan baru yang mampu memperkuat potensi desa, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan. Pemerintah Desa siap mendukung setiap program yang dirancang bersama masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Mitra Desa KMFEB Unsoed menjelaskan bahwa Publik Hearing merupakan bagian penting dalam proses penyusunan program pengabdian. Mahasiswa tidak datang dengan membawa program yang telah ditentukan, melainkan terlebih dahulu mendengarkan aspirasi masyarakat agar setiap kegiatan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan desa.

"Kami ingin belajar langsung dari masyarakat. Oleh karena itu, seluruh masukan yang kami peroleh melalui forum ini akan menjadi dasar penyusunan program kerja selama pelaksanaan Mitra Desa. Harapannya, program yang kami jalankan dapat memberikan dampak positif sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa maupun masyarakat," ungkapnya.

Selain mempererat komunikasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi media pertukaran pengetahuan. Mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai kondisi sosial dan ekonomi desa, sementara masyarakat mendapatkan gambaran mengenai berbagai pendekatan inovatif yang dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan desa.

Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, Program Mitra Desa diharapkan mampu menghasilkan berbagai kegiatan yang mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta optimalisasi potensi Desa Panembangan. Publik Hearing menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi kemajuan desa.








Tulis Komentar