Sistem Informasi Desa Panembangan
PANEMBANGAN - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas melaksanakan pengambilan video dokumentasi Profil Program Kampung Iklim (Proklim) Desa Panembangan pada Minggu, 24 Mei 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB dengan menyasar sejumlah titik unggulan desa yang menjadi representasi penguatan lingkungan, ekonomi masyarakat, dan pengembangan wisata berbasis potensi lokal.
Kegiatan dokumentasi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan publikasi dan pengenalan capaian Proklim Desa Panembangan sebagai desa yang aktif mengembangkan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat. Tim dokumentasi melakukan pengambilan gambar di berbagai lokasi strategis yang menggambarkan keterpaduan pembangunan desa dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Dari pihak Pemerintah Desa Panembangan, kegiatan ini melibatkan sejumlah penggerak utama Proklim desa, yakni Ibu Tumiyati selaku Local Champion KBA sekaligus Koordinator Proklim Desa Panembangan, Bapak Agus Priyanto, A.Ma.Pust. sebagai Koordinator Proklim Bidang Lingkungan, Ibu Dwi Respatiningrum, S.Pd.I selaku Koordinator Proklim Bidang UMKM, serta Bapak Soleh, S.P. selaku Kaur Perencanaan Desa Panembangan.
Dalam proses pengambilan dokumentasi, tim DLH dan Dinkominfo menyoroti berbagai inovasi dan potensi unggulan desa yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengembangan Proklim. Dokumentasi diawali dengan pengambilan gambar inovasi desa dan profil umum Desa Panembangan sebagai gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial, lingkungan, dan pembangunan desa.
Selanjutnya, tim melakukan pengambilan gambar pada sektor wisata desa yang menjadi kebanggaan masyarakat, yakni wisata Sukan River Tubing serta kawasan Mina Padi yang mengintegrasikan sektor pertanian dan perikanan dalam satu ekosistem produktif. Konsep tersebut dinilai menjadi contoh pengembangan ekonomi masyarakat yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Tidak hanya itu, dokumentasi juga dilakukan pada budidaya lebah madu yang menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi alam. Selain memberikan nilai ekonomi, budidaya tersebut dinilai mampu mendukung keseimbangan ekosistem melalui pelestarian tanaman dan keberadaan lebah sebagai agen penyerbuk alami.
Tim dokumentasi turut menyoroti inovasi kesehatan tradisional masyarakat melalui “Mandi Uap Ala Kuda”, sebuah metode pengobatan tradisional berbasis sauna uap rempah-rempah alami yang berkembang di Desa Panembangan. Terapi tersebut dikenal masyarakat sebagai metode detoksifikasi tubuh dengan memanfaatkan uap dari berbagai rempah herbal alami.
Dalam praktiknya, terapi Mandi Uap Ala Kuda juga dipadukan dengan metode sonteng serta ramuan herbal tradisional yang dipercaya masyarakat dapat membantu mengatasi berbagai macam keluhan kesehatan. Keberadaan terapi tradisional ini dinilai menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat yang tetap dipertahankan di tengah perkembangan pengobatan modern, sekaligus menjadi daya tarik wisata kesehatan berbasis budaya lokal desa.
Sementara itu, pusat UMKM Desa Panembangan juga menjadi fokus pengambilan gambar sebagai representasi geliat ekonomi kreatif masyarakat desa yang terus berkembang.
Koordinator Proklim Desa Panembangan, Tumiyati, mengatakan bahwa kegiatan dokumentasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai potensi dan gerakan lingkungan yang selama ini dijalankan masyarakat desa secara gotong royong.
Menurutnya, Proklim di Desa Panembangan tidak hanya berfokus pada penghijauan dan pengelolaan lingkungan semata, melainkan juga menyentuh penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, pengembangan wisata, hingga pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal.
“Seluruh kegiatan yang ada di Desa Panembangan diarahkan agar mampu menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kami berharap dokumentasi ini dapat memperkenalkan Panembangan sebagai desa yang terus bergerak menuju pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Program Kampung Iklim atau Proklim merupakan program nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim melalui aksi adaptasi dan mitigasi lingkungan. Dalam implementasinya, Desa Panembangan terus mengembangkan berbagai program berbasis masyarakat seperti pengelolaan lingkungan, penguatan ketahanan pangan, konservasi sumber daya alam, pengembangan UMKM hijau, hingga wisata edukatif berbasis lingkungan.
Melalui kegiatan dokumentasi tersebut, Pemerintah Desa Panembangan berharap berbagai inovasi dan gerakan masyarakat yang telah berjalan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun kawasan yang produktif, mandiri, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.


