PANEMBANGAN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Panembangan terus memperkuat kapasitas kelembagaan melalui Pelatihan Administrasi TP PKK Desa Panembangan yang dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme kader dalam menjalankan administrasi organisasi sekaligus memperkuat implementasi Gerakan PKK di tingkat desa.
Pelatihan yang diikuti oleh jajaran pengurus dan kader TP PKK Desa Panembangan ini berlangsung dalam suasana antusias. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PKK sebagai bentuk peneguhan semangat nasionalisme serta komitmen kader dalam mendukung pembangunan keluarga dan masyarakat melalui Gerakan PKK.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Desa Panembangan, Ibu Sutari, S.Pd., menegaskan bahwa administrasi merupakan fondasi utama dalam tata kelola organisasi yang baik. Menurutnya, administrasi yang tertib tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi juga menjadi instrumen akuntabilitas, bahan evaluasi, serta dasar penyusunan program yang tepat sasaran.
"Administrasi yang lengkap dan tertata mencerminkan kualitas organisasi. Melalui pelatihan ini diharapkan seluruh kader memiliki pemahaman yang sama sehingga pelaksanaan program PKK dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan," ungkapnya.
Materi pertama disampaikan oleh Ibu Hj. Tursiyati, yang mengupas secara komprehensif berbagai aspek mendasar dalam Gerakan PKK. Ia menjelaskan bahwa keberadaan PKK memiliki landasan hukum yang kuat sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pemahaman terhadap dasar hukum tersebut dinilai penting agar setiap program yang dilaksanakan memiliki arah yang jelas serta selaras dengan kebijakan pemerintah.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai kedudukan PKK sebagai organisasi kemasyarakatan yang berperan menggerakkan partisipasi keluarga dalam pembangunan. PKK bukan hanya pelaksana kegiatan sosial, melainkan juga menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat melalui implementasi 10 Program Pokok PKK.
Pada sesi berikutnya, pemateri menjelaskan mengenai ketentuan penggunaan seragam PKK sebagai identitas organisasi yang mencerminkan keseragaman, kedisiplinan, dan profesionalisme kader dalam setiap kegiatan resmi.
Pembahasan kemudian dilanjutkan mengenai pentingnya diversifikasi makanan pokok sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga. Kader didorong untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak bergantung pada satu jenis bahan pangan, melainkan memanfaatkan berbagai sumber pangan lokal yang bergizi, sehat, dan bernilai ekonomi.
Materi berikutnya membahas Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai salah satu program unggulan PKK dalam mendukung kesehatan keluarga. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman obat dinilai mampu meningkatkan kemandirian keluarga dalam menjaga kesehatan sekaligus memperindah lingkungan.
Tidak kalah penting, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai Pola Tanam Pekarangan Terpadu (PTP) yang mengintegrasikan tanaman pangan, hortikultura, serta tanaman obat dalam satu kawasan pekarangan. Konsep tersebut bertujuan meningkatkan pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan lahan secara optimal.
Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Bapak Najib yang secara khusus membahas pengelolaan administrasi organisasi PKK. Ia menjelaskan pentingnya pengisian dan pemeliharaan 16 Buku Administrasi Wajib PKK sebagai instrumen utama dalam mendokumentasikan seluruh kegiatan organisasi secara sistematis.
Menurutnya, setiap buku administrasi memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari pencatatan data anggota, program kerja, kegiatan kelompok kerja, hingga laporan keuangan dan inventaris organisasi. Kelengkapan administrasi tersebut menjadi indikator tertib organisasi sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pembinaan PKK di berbagai tingkatan.
Selain administrasi kelembagaan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan jumlah akseptor keluarga berencana (KB) setiap bulan. Data akseptor yang akurat menjadi bagian penting dalam mendukung penyusunan program kesehatan keluarga, pemantauan perkembangan kependudukan, serta evaluasi pelaksanaan program PKK yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga.
Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan semakin memahami pentingnya administrasi sebagai sistem pendukung organisasi yang tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga menjadi sumber data yang valid dalam proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, hingga evaluasi program kerja. Dengan administrasi yang tertib dan sumber daya kader yang semakin kompeten, TP PKK Desa Panembangan diharapkan mampu terus menghadirkan program-program yang inovatif, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga di Desa Panembangan.


