Sistem Informasi Desa Panembangan

Gambar Artikel

Mahasiswa FPIK Unsoed Pelajari Pengembangan Industri Perikanan Budidaya di Desa Panembangan

PANEMBANGAN — Sebanyak 89 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengikuti kegiatan praktikum lapang Mata Kuliah Pengembangan Industri Perikanan Budidaya di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut didampingi lima dosen pengajar dengan penanggung jawab praktikum Frentina Murti Sujadi, S.Pi., M.P.

Praktikum lapang ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman langsung di masyarakat, khususnya dalam mengenal potensi dan pengembangan sektor perikanan budidaya yang berkembang di wilayah pedesaan. Desa Panembangan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki potensi perikanan yang cukup beragam, mulai dari budidaya mina padi, sistem bioflok, hingga pengolahan hasil perikanan.

Kegiatan berlangsung dengan menghadirkan sejumlah pemateri yang berasal dari unsur pemerintah desa maupun praktisi di bidang perikanan budidaya dan pengolahan hasil perikanan.

Materi pertama disampaikan oleh Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd., mengenai potensi perikanan di Desa Panembangan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa sektor perikanan menjadi salah satu potensi ekonomi masyarakat yang terus dikembangkan melalui pendekatan terpadu antara pertanian dan perikanan.

Menurut Untung, Desa Panembangan memiliki sumber daya alam yang mendukung pengembangan budidaya ikan air tawar serta pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi produktif. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dan kalangan akademisi dalam mendorong inovasi di sektor perikanan desa.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana potensi perikanan desa dapat dikembangkan menjadi sektor ekonomi yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Erwin Harnanto Aji mengenai budidaya mina padi. Dalam penjelasannya, ia memaparkan konsep integrasi antara budidaya ikan dan pertanian padi yang mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus efisiensi usaha tani.

Erwin menjelaskan bahwa sistem mina padi memberikan sejumlah keuntungan, antara lain meningkatkan pendapatan petani, mengurangi penggunaan pestisida kimia, serta menciptakan ekosistem pertanian yang lebih ramah lingkungan. Mahasiswa juga dikenalkan pada pola pemeliharaan ikan di lahan persawahan, pengelolaan kualitas air, hingga strategi panen terpadu.

Sementara itu, Wahyu Febriyono menyampaikan materi mengenai budidaya ikan dengan sistem bioflok. Ia menjelaskan bahwa teknologi bioflok menjadi salah satu metode budidaya modern yang mampu meningkatkan kepadatan tebar ikan dengan penggunaan air yang lebih efisien.

Dalam paparannya, Wahyu menerangkan proses pembentukan flok, manajemen pakan, pengelolaan aerasi, hingga pentingnya menjaga keseimbangan mikroorganisme dalam kolam bioflok. Menurut dia, sistem tersebut menjadi solusi budidaya perikanan di tengah keterbatasan lahan dan kebutuhan efisiensi produksi.

Adapun materi terakhir disampaikan oleh Eni Hanrniyah mengenai pengolahan hasil perikanan. Ia menjelaskan pentingnya pengolahan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk perikanan sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat.

Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai bentuk pengolahan hasil ikan, teknik menjaga mutu produk, sanitasi pangan, hingga strategi pemasaran produk olahan perikanan. Selain itu, Eni juga menekankan bahwa inovasi produk menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing hasil perikanan di pasar.

Melalui kegiatan praktikum lapang tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami keterkaitan antara aspek budidaya, pengolahan, hingga pengembangan industri perikanan secara komprehensif. Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pengembangan sektor perikanan berbasis potensi lokal.






Tulis Komentar