Berita 23 Aug 2026 46 Dilihat

Saat Warga Panembangan Lupa Gengsi: Lomba TP PKK Ini Justru Bikin Kebersamaan Makin Erat

Website Resmi Desa Panembangan

Saat Warga Panembangan Lupa Gengsi: Lomba TP PKK Ini Justru Bikin Kebersamaan Makin Erat

PANEMBANGAN, BANYUMAS — Lapangan Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, dipenuhi suasana meriah pada Minggu (23/8/2026) siang. Sejumlah warga mengikuti berbagai perlombaan yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Panembangan sebagai bagian dari rangkaian Panembangan Festival 2026.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Tidak sekadar menjadi hiburan, perlombaan tersebut dirancang sebagai ruang interaksi warga sekaligus sarana memperkuat semangat kebersamaan, kekompakan, sportivitas, dan kegembiraan dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Beragam permainan tradisional dan permainan rekreatif disiapkan untuk melibatkan warga dari berbagai kelompok. Antusiasme peserta terlihat sejak perlombaan dimulai hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

Lima Perlombaan, Satu Semangat Kebersamaan

Salah satu perlombaan yang menarik perhatian warga adalah Lomba Estafet Jarit. Perlombaan yang membutuhkan kekompakan dan koordinasi antarpeserta tersebut menghasilkan RT 1/3 A sebagai juara pertama, disusul RT 2/1 di posisi kedua dan RT 4/3 sebagai juara ketiga.

Pada Lomba Estafet Gelas, kemampuan peserta menjaga konsentrasi sekaligus bekerja sama menjadi penentu kemenangan. RT 5/3 berhasil meraih juara pertama, RT 2/1 menempati posisi kedua, sedangkan RT 6/2 berada di posisi ketiga.

Sementara itu, perlombaan individu turut menambah kemeriahan festival. Pada Game Opposite, Roinah keluar sebagai juara pertama, diikuti Tasilah, Septiyaningsih, Widi, Tika, dan Kusmirah.

Untuk Game Pecah Balon, Novita menempati posisi pertama. Mita berada di posisi kedua, disusul Siti, Ngasimah, Kartiyem, dan Septiyaningsih.

Adapun Game Jepit Balon dimenangkan Novita. Posisi berikutnya ditempati Apri, Dwi F, Saliyah, Afi, dan Farihah.

Ragam permainan tersebut membuat suasana festival tidak hanya kompetitif, tetapi juga penuh tawa dan interaksi antarpeserta. Warga yang hadir turut memberikan dukungan sehingga lapangan desa menjadi ruang berkumpul yang hidup dan dinamis.

Bukan Sekadar Perlombaan

Ketua TP PKK Desa Panembangan, Sutari, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan permainan yang sederhana, menghibur, sekaligus mampu mendorong interaksi antarwarga.

Menurut Sutari, kegiatan TP PKK dalam rangkaian Panembangan Festival tidak semata-mata diarahkan untuk mencari pemenang. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi media untuk membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan sosial masyarakat.

“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita bisa berkumpul, bergembira, saling mendukung, dan membangun kekompakan. Karena kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan masyarakat Desa Panembangan,” ujar Sutari.

Ia juga mengarahkan agar seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan. Kemenangan, kata dia, hendaknya menjadi motivasi, sementara peserta yang belum berhasil menjadi juara tetap mendapatkan apresiasi atas partisipasinya.

Sutari berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai hiburan dalam festival. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang muncul dari kegiatan ini bisa terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Panembangan,” katanya.

Menguatkan Ikatan Sosial Warga

Kegiatan yang digelar TP PKK tersebut memperlihatkan bahwa festival desa dapat menjadi lebih dari sekadar rangkaian acara hiburan. Ketika warga dari berbagai RT berkumpul dan terlibat dalam permainan bersama, terbentuk ruang komunikasi yang lebih cair dan dekat.

Semangat kompetisi pun ditempatkan dalam kerangka kebersamaan. Peserta dituntut untuk bekerja sama, mematuhi aturan, menghargai lawan, sekaligus menerima hasil perlombaan dengan sportif.

Bagi TP PKK Desa Panembangan, pendekatan tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat yang menempatkan keluarga dan komunitas sebagai bagian penting dalam pembangunan desa.

Melalui Panembangan Festival 2026, masyarakat tidak hanya diajak merayakan kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga merawat modal sosial yang selama ini menjadi kekuatan desa: gotong royong, kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian antarwarga.

Dengan demikian, tepuk tangan dan tawa yang terdengar dari Lapangan Desa Panembangan pada Minggu sore itu bukan sekadar penanda berakhirnya perlombaan. Lebih dari itu, menjadi gambaran bahwa semangat kebersamaan masih menjadi energi penting dalam kehidupan masyarakat desa.










Tulis Komentar