Logo
Sistem Informasi Desa Panembangan
Gambar Artikel

Panembangan Perkuat Komitmen Tata Kelola Irigasi, Kepala Desa Tandatangani Perjanjian Kerja Sama P3-TGAI 2026

PURWOKERTO – Pemerintah Desa Panembangan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan infrastruktur pertanian berbasis partisipasi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak.

Kegiatan berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Hotel Grand Karlita Purwokerto, dan diikuti oleh para kepala desa serta pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dari wilayah Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, dan Kebumen yang menjadi penerima program P3-TGAI Tahun 2026.

Dari Desa Panembangan hadir secara langsung Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd., bersama Ketua P3A Desa Panembangan, Tarwo, sebagai bentuk kesiapan pemerintah desa dan kelembagaan petani dalam melaksanakan program peningkatan jaringan irigasi yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh penerima program memperoleh penjelasan mengenai substansi perjanjian kerja sama, mekanisme pelaksanaan kegiatan, pengelolaan anggaran, tahapan administrasi, hingga prinsip akuntabilitas yang harus dipenuhi selama pelaksanaan pembangunan. Penandatanganan perjanjian menjadi tahapan penting sebagai dasar hukum dimulainya pelaksanaan kegiatan P3-TGAI di masing-masing desa.

Program P3-TGAI sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan fungsi jaringan irigasi melalui pendekatan padat karya dan partisipatif. Melalui program ini, masyarakat yang tergabung dalam P3A tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaksana utama pembangunan sehingga diharapkan mampu meningkatkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun serta menjamin keberlanjutan pemeliharaannya.

Bagi Desa Panembangan, keberadaan jaringan irigasi yang baik memiliki arti penting dalam mendukung produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Perbaikan saluran irigasi diharapkan mampu memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, mengurangi potensi kehilangan air, serta meningkatkan intensitas tanam dan hasil produksi para petani.

Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Serayu Opak atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Panembangan sebagai salah satu penerima Program P3-TGAI Tahun 2026.

"Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan riil masyarakat, khususnya para petani. Kami menyambut baik pelaksanaan P3-TGAI karena akan memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas jaringan irigasi yang selama ini menjadi urat nadi kegiatan pertanian di Desa Panembangan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa bersama P3A akan melaksanakan program tersebut secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan secara berkelanjutan.

"Kami berharap pelaksanaan P3-TGAI Tahun 2026 berjalan lancar tanpa kendala, menghasilkan infrastruktur irigasi yang berkualitas, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Sinergi antara pemerintah, P3A, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat program ini dapat dirasakan dalam jangka panjang," kata Untung.

Melalui penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut, Desa Panembangan menegaskan kesiapannya untuk mendukung percepatan pembangunan sektor pertanian yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, serta pemberdayaan masyarakat desa. Program P3-TGAI diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air sebagai fondasi pembangunan pertanian di masa mendatang.

Tulis Komentar