Logo
Sistem Informasi Desa Panembangan
Gambar Artikel

Libatkan Warga sebagai Pekerja, Pembangunan Saluran Irigasi Tersier di Panembangan Perkuat Produktivitas Pertanian

PANEMBANGAN – Upaya meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian di Desa Panembangan kembali diwujudkan melalui dimulainya pembangunan Saluran Irigasi Tersier di wilayah Kelompok Tani Kridoyuwono 3, RW 002, Desa Panembangan. Pekerjaan tersebut resmi dimulai pada Senin (29/6/2026) sebagai bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026.

Pembangunan saluran irigasi ini memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp. 195.000.000 yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak. Dengan volume pekerjaan mencapai 450 meter kubik, proyek dijadwalkan berlangsung selama 45 hari kalender, mulai 29 Juni hingga 9 Agustus 2026.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Dharma Tirta Kridoyuwono, dengan melibatkan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitar. Pola pelaksanaan ini tidak hanya bertujuan mempercepat penyediaan infrastruktur irigasi, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.

Pembangunan saluran irigasi tersier menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung sistem distribusi air menuju lahan pertanian. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air hingga ke petak-petak sawah, mengurangi kehilangan air di sepanjang saluran, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan irigasi yang selama ini menjadi kebutuhan utama para petani.

Keberadaan jaringan irigasi yang memadai diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap produktivitas pertanian. Pasokan air yang lebih stabil memungkinkan petani mengelola pola tanam secara lebih optimal, mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air, sekaligus meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Selain manfaat teknis, program P3-TGAI juga menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur. Melalui mekanisme swakelola, masyarakat diberikan kepercayaan untuk merencanakan, melaksanakan, hingga mengawasi pembangunan secara mandiri. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tingkat desa.

Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang kembali mengalokasikan program P3-TGAI di wilayahnya. Menurutnya, pembangunan saluran irigasi tersier merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Desa Panembangan.

"Melalui pembangunan ini, kami berharap distribusi air irigasi menjadi semakin lancar sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para petani dan anggota P3A, untuk bersama-sama menjaga kualitas pekerjaan selama proses pembangunan maupun setelah selesai dibangun. Infrastruktur yang baik akan memberikan manfaat maksimal apabila dipelihara secara bersama-sama," ujar Untung.

Ia juga berharap pelaksanaan pekerjaan selama 45 hari ke depan dapat berjalan sesuai rencana, memenuhi standar kualitas konstruksi, serta selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh para petani pada musim tanam berikutnya.

Dengan dimulainya pembangunan Saluran Irigasi Tersier Kelompok Tani Kridoyuwono 3, Desa Panembangan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi pembangunan sektor pertanian. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah desa, P3A, dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan infrastruktur yang tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di masa mendatang.








Tulis Komentar