Sistem Informasi Desa Panembangan
PANEMBANGAN — Semangat kebersamaan dan partisipasi aktif warga kembali terlihat dalam kegiatan Poma Pami RT 001 RW 002 Desa Panembangan yang digelar pada Selasa (19/5/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di rumah Bapak Syamsi, RT 001 RW 002 Desa Panembangan, sejak pukul 20.00 hingga 21.30 WIB itu dihadiri sekitar 96 persen kepala keluarga dari total 118 KK yang ada di wilayah tersebut.
Tingginya tingkat kehadiran warga menjadi gambaran kuatnya solidaritas sosial dan kepedulian masyarakat RT 001 terhadap berbagai persoalan lingkungan maupun sosial kemasyarakatan. Kegiatan rutin selapanan tersebut tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga forum edukasi dan musyawarah warga dalam membangun lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.
Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Ustad Chamami. Suasana khidmat semakin terasa saat tuan rumah, Bapak Syamsi, memimpin pembacaan Pancasila sebagai bentuk penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ketua RT 001 RW 002, Akhmad Komari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga yang terus terjaga. Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan lingkungan dan mendukung berbagai program kemasyarakatan.
“Poma Pami bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi wadah komunikasi dan penyelesaian berbagai persoalan warga secara bersama-sama. Kekompakan seperti ini harus terus dipertahankan,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan pembinaan dari Kepala Dusun 2 Desa Panembangan, Agus Priyanto, A.Ma.Pust. Dalam kesempatan tersebut, Agus memberikan sejumlah edukasi penting yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Ia menjelaskan mengenai Program BPJS Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Banyumas yang memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, Agus juga mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap fenomena freestyle berbahaya yang melibatkan anak-anak dan remaja, mengingat aktivitas tersebut telah menimbulkan korban di sejumlah daerah.
Tak hanya itu, warga juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi, khususnya terkait maraknya modus penipuan melalui sambungan telepon maupun video call dari nomor asing. Agus menekankan agar masyarakat tidak sembarangan memberikan data kependudukan, termasuk KTP, kepada pihak yang tidak jelas.
Dalam pemaparannya, ia juga memperkenalkan website Desa Panembangan beserta fitur ikon aduan masyarakat yang dapat dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan lingkungan maupun pelayanan publik secara lebih cepat dan transparan.
“Keamanan lingkungan hari ini bukan hanya soal ronda malam, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menjaga keamanan data pribadi dan melindungi anak-anak dari pengaruh negatif,” kata Agus.
Selain aspek keamanan, Agus turut mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sehat dan nyaman.
Usai sesi pembinaan, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah warga yang dipimpin Ketua RW 002, Narto. Dalam forum tersebut, warga menyepakati pelaksanaan kegiatan bersih lingkungan secara berkala serta rencana perbaikan pos ronda RT 001 sebagai sarana keamanan dan pusat aktivitas sosial masyarakat.
Suasana musyawarah berlangsung dinamis dan penuh kekeluargaan. Warga secara aktif menyampaikan usulan dan pendapat demi kemajuan lingkungan RT 001 RW 002.
Kegiatan kemudian diteruskan dengan laporan keuangan oleh bendahara RT, H. Sumarso, sebagai bentuk transparansi pengelolaan kas warga. Setelah itu, acara ditutup dengan kegiatan arisan dan penutup.
Melalui kegiatan Poma Pami tersebut, RT 001 RW 002 Desa Panembangan kembali menunjukkan kuatnya budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu aktual, mulai dari keamanan lingkungan hingga literasi digital. Kekompakan warga yang tetap terjaga menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung pembangunan sosial di tingkat lingkungan terkecil.



