Logo
Sistem Informasi Desa Panembangan
Gambar Artikel

Dinas PU Banyumas dan Balai Besar Serayu Opak Evaluasi Pembangunan Irigasi Tersier P3-TGAI di Desa Panembangan

PANEMBANGAN – Komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan infrastruktur pertanian berjalan sesuai standar terus diwujudkan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026. Pada Kamis (23/7/2026), tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Banyumas bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan Saluran Irigasi Tersier di wilayah Kelompok Tani Kridoyuwono 3, RW 002, Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok.

Kegiatan monitoring tersebut disambut langsung oleh Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd., didampingi Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Panembangan, Jatmiko, yang turut memberikan paparan mengenai progres pekerjaan serta dukungan Pemerintah Desa Panembangan dalam mengawal pelaksanaan program.

Pembangunan saluran irigasi tersebut resmi dimulai pada Senin (29/6/2026) sebagai bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026. Program nasional ini bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi tersier melalui pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dengan menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Dalam pelaksanaan monitoring, tim meninjau kondisi konstruksi saluran, kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis, kualitas material yang digunakan, hingga progres penyelesaian di lapangan. Evaluasi juga diarahkan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan teknis, prinsip akuntabilitas, serta mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat tani.

Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd., menyampaikan bahwa pembangunan jaringan irigasi tersier merupakan salah satu kebutuhan strategis bagi sektor pertanian desa. Menurutnya, keberadaan saluran irigasi yang memadai akan meningkatkan kelancaran distribusi air menuju lahan pertanian sehingga produktivitas pertanian masyarakat dapat terus ditingkatkan.

"Pembangunan irigasi ini menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan sektor pertanian Desa Panembangan. Dengan jaringan irigasi yang lebih baik, petani akan memperoleh kepastian pasokan air sehingga produktivitas lahan dapat meningkat secara berkelanjutan," ungkapnya.

Sementara itu, tim monitoring dari Dinas PU Kabupaten Banyumas dan BBWS Serayu Opak memberikan sejumlah masukan teknis sebagai bagian dari upaya penyempurnaan pelaksanaan pekerjaan. Monitoring dan evaluasi menjadi instrumen penting untuk memastikan kualitas hasil pembangunan tetap terjaga sekaligus mendorong efektivitas pemanfaatan anggaran negara.

Program P3-TGAI sendiri merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan layanan irigasi di tingkat tersier. Dengan melibatkan kelompok masyarakat sebagai pelaksana kegiatan, program ini tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih tepat sasaran, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi.

Melalui pengawasan yang berkelanjutan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat, pembangunan Saluran Irigasi Tersier di wilayah Kelompok Tani Kridoyuwono 3 diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang memenuhi standar. Infrastruktur tersebut akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Desa Panembangan.




Tulis Komentar