PANEMBANGAN — Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti kegiatan Open House dan Wisuda Tahfidzul Qur’an Siswa TK Muslimat NU Diponegoro 147 Panembangan Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di Halaman Masjid Nurul Amal Panembangan, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para wali murid, tokoh masyarakat, guru, serta tamu undangan dari Pemerintah Desa Panembangan. Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd., dalam kesempatan itu mewakilkan kehadirannya kepada Kepala Dusun 2 Desa Panembangan, Agus Priyanto, A.Ma.Pust.
Acara dimulai dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Subhanul Wathan yang diikuti seluruh peserta dengan penuh semangat dan kekhidmatan.
Memasuki inti acara, para siswa-siswi TK Muslimat NU Diponegoro 147 Panembangan mengikuti prosesi wisuda tahfidz Al-Qur’an. Dengan mengenakan busana wisuda, para peserta tampil percaya diri menerima penghargaan atas capaian hafalan yang telah mereka raih selama menempuh pendidikan di TK tersebut.
Selain prosesi wisuda tahfidz, panitia juga memberikan penghargaan kepada siswa-siswi terbaik sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan semangat belajar anak-anak selama Tahun Pelajaran 2025/2026.
Ketua Komite TK Muslimat NU Diponegoro 147 Panembangan, K.H. Zainal Abidin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para guru dan wali murid yang selama ini telah mendukung proses pendidikan anak-anak. Ia menilai keberhasilan pendidikan usia dini tidak dapat dilepaskan dari peran bersama antara sekolah dan keluarga.
“Anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan bersama. Ketika guru dan orang tua berjalan searah, maka pendidikan karakter dan agama akan lebih mudah tertanam sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Kadus 2 Desa Panembangan, Agus Priyanto, A.Ma.Pust., yang hadir mewakili Kepala Desa Panembangan juga menyampaikan dukungan Pemerintah Desa terhadap kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan anak usia dini di lingkungan Desa Panembangan.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua dan guru dalam membentuk karakter generasi muda, terutama di era modern yang penuh tantangan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga di rumah.
“Kami berharap sinergi antara guru dan wali murid terus terjalin dengan baik demi menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak, dan mencintai Al-Qur’an,” katanya.
Kegiatan berlangsung lancar dan penuh antusiasme hingga selesai. Momen wisuda tahfidz tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua yang menyaksikan putra-putri mereka tampil percaya diri sekaligus menunjukkan kemampuan hafalan Al-Qur’an sejak usia dini.

