Berita 20 Aug 2026 71 Dilihat

SFV Panembangan Lolos Visitasi Wijayakusuma Awards 2026, Tim Pertamina RU Cilacap Verifikasi Langsung di Lapangan

Website Resmi Desa Panembangan

SFV Panembangan Lolos Visitasi Wijayakusuma Awards 2026, Tim Pertamina RU Cilacap Verifikasi Langsung di Lapangan

PANEMBANGAN, BANYUMAS — Program Smart Fisheries Village (SFV) Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, memasuki tahapan penting dalam ajang Wijayakusuma Awards 2026. Setelah dinyatakan lolos tahap presentasi, program tersebut menjalani verifikasi lapangan melalui visitasi tim penilai pada Rabu (19/8/2026).

Verifikasi lapangan berlangsung di Gazebo Smart Fisheries Village Desa Panembangan mulai pukul 16.10 WIB hingga menjelang maghrib, sekitar pukul 17.57 WIB. Sebanyak enam orang tim dari Pertamina RU Cilacap hadir untuk melihat secara langsung implementasi program sekaligus menggali informasi mengenai keberlanjutan SFV di tingkat desa.

Kedatangan tim visitasi disambut langsung oleh Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd., bersama jajaran perangkat desa, Ketua BPD, Tim SFV Desa Panembangan, serta perwakilan berbagai kelompok dan pelaku usaha yang menjadi bagian dari ekosistem SFV.

Dalam proses verifikasi tersebut, Tim SFV Panembangan juga mendapat pendampingan dari Penyuluh Perikanan Ibu Chotoh Suraikhanah. Pendampingan tersebut turut memperkuat penjelasan teknis mengenai pengelolaan sektor perikanan, kelembagaan kelompok, pengembangan usaha, serta integrasi kegiatan perikanan dengan konsep Smart Fisheries Village di Desa Panembangan.

Mereka antara lain berasal dari kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar), Kelompok Pakan Mandiri, pegiat Mina Padi, pelaku wisata seperti Madu Klanceng dan Napa Ecopounding, pelaku UMKM, Pokdarwis, serta Bumdes Sangkara Panembangan.

Kepala Desa: SFV Harus Menjadi Ekosistem Ekonomi Desa

Dalam sambutannya, Kepala Desa Panembangan H. Untung Sanyoto menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim visitasi sekaligus menjelaskan bahwa SFV tidak dibangun sebagai program yang berdiri sendiri.

Menurut dia, SFV Panembangan dikembangkan sebagai sebuah ekosistem yang menghubungkan potensi perikanan, pertanian, pengolahan hasil, pariwisata, UMKM, kelembagaan masyarakat hingga penguatan ekonomi desa.

"SFV Panembangan kami bangun bukan hanya sebagai kegiatan budidaya ikan, tetapi sebagai ekosistem yang menghubungkan masyarakat dari hulu sampai hilir. Harapannya, setiap potensi yang ada dapat memberikan nilai tambah dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat," ujar Untung.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah desa diarahkan agar berbagai potensi tersebut dapat tumbuh secara terintegrasi dengan tetap memperhatikan keberlanjutan program.

"Yang kami dorong adalah bagaimana masyarakat menjadi pelaku utama. Pemerintah desa memberikan ruang kebijakan, fasilitasi dan penguatan kelembagaan agar program ini dapat terus berkembang," katanya.

Tim Pertamina Dalami Kelembagaan hingga Perputaran Ekonomi

Dalam sesi dialog, tim visitasi dari Pertamina RU Cilacap tidak hanya melihat aktivitas fisik SFV. Mereka juga menggali berbagai aspek yang menjadi indikator keberlanjutan program.

Sejumlah pertanyaan diarahkan pada kelembagaan SFV, pola koordinasi antar kelompok, pembagian peran masing-masing unsur, hingga bagaimana pemerintah desa memastikan program tetap berjalan ketika terjadi perubahan kepengurusan maupun kepemimpinan.

Tim juga menanyakan mengenai perputaran ekonomi yang dihasilkan SFV, termasuk omset kegiatan, sumber pendapatan kelompok, rantai pemasaran produk, serta sejauh mana aktivitas tersebut memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Pertanyaan lainnya menyangkut mekanisme pengelolaan SFV Panembangan, strategi pengembangan usaha, keterlibatan kelompok masyarakat, serta hubungan antara sektor perikanan dengan Mina Padi, pariwisata, pengolahan pangan, UMKM dan badan usaha milik desa.

Aspek kebijakan desa juga menjadi bagian penting dalam proses verifikasi. Tim menggali bagaimana pemerintah desa memasukkan pengembangan SFV ke dalam arah kebijakan pembangunan desa serta bentuk dukungan yang diberikan untuk memastikan program tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Dialog tersebut berlangsung secara terbuka dengan melibatkan sejumlah pelaku program. Masing-masing perwakilan memberikan penjelasan berdasarkan pengalaman dan bidang yang mereka jalankan.

Verifikasi Lapangan Menjadi Ujian atas Implementasi Program

Visitasi lapangan menjadi tahapan lanjutan setelah SFV Panembangan berhasil melewati proses presentasi Wijayakusuma Awards 2026.

Berbeda dengan tahap presentasi yang lebih banyak menampilkan konsep, strategi dan capaian program, verifikasi lapangan memberikan kesempatan kepada tim penilai untuk melihat secara langsung bagaimana program tersebut diterapkan di tengah masyarakat.

Kehadiran berbagai unsur dalam satu forum menunjukkan bahwa SFV Panembangan dikembangkan dengan pendekatan kolaboratif. Perikanan tidak ditempatkan sebagai sektor yang berdiri sendiri, melainkan dihubungkan dengan pertanian, pengolahan produk, pemasaran, wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bagi Pemerintah Desa Panembangan, visitasi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana konsep SFV yang selama ini dikembangkan telah memberikan dampak nyata.

"Kami menyampaikan apa adanya mengenai proses yang kami jalankan, termasuk tantangan dan upaya yang masih harus kami lakukan. Kami berharap tim dapat melihat bahwa SFV Panembangan tumbuh dari potensi dan kebutuhan masyarakat," ujar Untung.

Optimistis SFV Panembangan Terus Berkembang

Dengan selesainya tahapan verifikasi lapangan, Pemerintah Desa Panembangan bersama Tim SFV berharap seluruh proses yang telah dilakukan dapat menjadi bagian dari penilaian secara objektif dalam Wijayakusuma Awards 2026.

Lebih dari sekadar mengejar penghargaan, pemerintah desa menilai proses tersebut memberikan kesempatan bagi Panembangan untuk memperkuat tata kelola, kelembagaan dan jejaring kolaborasi yang telah dibangun.

SFV Panembangan diharapkan mampu menjadi model pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang mempertemukan perikanan, pertanian, wisata, UMKM dan kelembagaan desa dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.

Tahapan visitasi pada akhirnya bukan hanya menjadi proses penilaian, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa inovasi desa dapat tumbuh ketika didukung oleh kebijakan, kelembagaan dan partisipasi masyarakat secara bersama-sama.
















Tulis Komentar