Berita 05 Aug 2026 27 Dilihat

FAO Indonesia Dalami Pengembangan Smart Fisheries Village di Panembangan, Desa Dinilai Memiliki Potensi Menjadi Model Perikanan Berkelanjutan

Website Resmi Desa Panembangan

FAO Indonesia Dalami Pengembangan Smart Fisheries Village di Panembangan, Desa Dinilai Memiliki Potensi Menjadi Model Perikanan Berkelanjutan

PANEMBANGAN — Upaya mengembangkan kawasan perikanan berbasis inovasi dan keberlanjutan terus mendapat perhatian berbagai pihak. Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, kembali menjadi tujuan kunjungan tim Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia dalam rangka berbagi informasi sekaligus menggali data mengenai pengembangan Smart Fisheries Village (SFV) yang dikembangkan melalui kerangka kerja sama antara FAO Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026) mulai pukul 08.30 WIB tersebut diawali dengan sesi wawancara mendalam bersama Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd., di Ruang Kepala Desa Panembangan. Wawancara menjadi tahapan awal penggalian data untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi desa, potensi perikanan, dukungan kelembagaan, hingga arah pengembangan kawasan berbasis perikanan yang telah berjalan di Panembangan.

Tim FAO Indonesia dipimpin oleh Juniati Herdiana bersama Hertria Maharani Putri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang bertugas sebagai konsultan FAO, serta Nada dari BRIN. Proses diskusi turut didampingi oleh penyuluh perikanan Kabupaten Banyumas bersama jajaran perangkat Desa Panembangan.

Suasana dialog berlangsung terbuka dan konstruktif. Berbagai informasi mengenai karakteristik wilayah, tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, potensi budidaya perikanan, integrasi sektor pertanian dan perikanan, hingga inovasi yang telah dikembangkan pemerintah desa menjadi materi utama dalam sesi wawancara.

Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, menjelaskan bahwa pembangunan sektor perikanan di desanya tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan produksi semata, melainkan bagian dari strategi pembangunan desa yang terintegrasi dengan ketahanan pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, pengembangan wisata edukasi, serta pelestarian lingkungan.

"Pengembangan Smart Fisheries Village menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Kami berharap berbagai potensi yang dimiliki Panembangan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan perikanan nasional," ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai lembaga, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, maupun organisasi internasional menjadi modal penting dalam mempercepat transformasi desa menuju kawasan perikanan modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan perubahan zaman.

Sementara itu, tim FAO Indonesia melakukan penggalian informasi secara komprehensif melalui pendekatan wawancara untuk memahami kesiapan desa dalam mengembangkan konsep Smart Fisheries Village. Data yang dihimpun meliputi aspek sosial, ekonomi, kelembagaan, inovasi, infrastruktur pendukung, hingga partisipasi masyarakat dalam pembangunan sektor perikanan.

Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan potret menyeluruh mengenai kondisi riil di lapangan sehingga dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi pengembangan SFV yang sesuai dengan karakteristik lokal Desa Panembangan.

Kunjungan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mendorong transformasi desa berbasis perikanan. Kehadiran FAO Indonesia bersama BRIN menunjukkan bahwa pengembangan Smart Fisheries Village tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga memperkuat tata kelola, inovasi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Desa Panembangan, proses penggalian data tersebut menjadi bagian dari perjalanan menuju desa perikanan yang semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Dengan dukungan pemerintah, lembaga internasional, serta partisipasi aktif masyarakat, Panembangan diharapkan mampu menjadi salah satu contoh praktik baik pengembangan Smart Fisheries Village di Indonesia.










Tulis Komentar