Sistem Informasi Desa Panembangan
Panembangan, 14 April 2026 — Kegiatan rutin selapanan RT 001 RW 002 Desa Panembangan kembali digelar pada Selasa malam (14/4/2026) pukul 20.00–21.30 WIB di rumah warga, Sopyan. Agenda yang dilaksanakan setiap Malam Rabu Pon ini menjadi ruang konsolidasi sosial warga sekaligus sarana penyampaian informasi publik di tingkat lingkungan.
Kegiatan dihadiri oleh 92 kepala keluarga dari total 111 kepala keluarga yang tercatat di wilayah RT 001 RW 002. Turut hadir Ketua RW Narto serta Kepala Dusun 2 Desa Panembangan, Agus Priyanto, A.Ma.Pust., yang memberikan penguatan informasi terkait program pemerintah.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Ustad Syamsi selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan tahlilan yang dipimpin oleh Ustad Khamami. Suasana khidmat kemudian berlanjut dengan pembacaan Pancasila sebagai bentuk penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Ketua RT 001 RW 002, Akhmad Qomari, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan partisipasi warga dalam setiap kegiatan lingkungan. Ia juga mengapresiasi tingkat kehadiran warga yang dinilai mencerminkan kepedulian terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Dusun 2 Agus Priyanto menyampaikan sosialisasi mengenai Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari transformasi layanan administrasi kependudukan. Selain itu, ia juga menginformasikan program pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Banyumas melalui skema Universal Health Coverage (UHC) 2026.
“Melalui program ini, masyarakat cukup menunjukkan e-KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit daerah, tanpa perlu surat keterangan tidak mampu. Kebijakan ini diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan, terutama bagi warga kurang mampu,” ujarnya.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan penyampaian laporan keuangan kas RT oleh H. Sumarso sebagai bentuk transparansi pengelolaan keuangan lingkungan. Forum kemudian dilanjutkan dengan sesi musyawarah warga guna membahas berbagai hal terkait kebutuhan dan permasalahan di tingkat RT.
Kegiatan selapanan ditutup dengan doa bersama, menandai berakhirnya rangkaian acara yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat literasi warga terhadap program-program pemerintah.
Melalui forum rutin ini, selapanan tidak sekadar menjadi tradisi, tetapi juga berfungsi sebagai medium strategis dalam membangun komunikasi, partisipasi, dan kesadaran kolektif masyarakat di tingkat akar rumput.

