PANEMBANGAN — Semangat gotong royung yang tumbuh dari masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan santunan yang diselenggarakan Tim Penggerak (TP) PKK Desa Panembangan pada Kamis (25/6/2026). Bertempat di Pendopo Balai Desa Panembangan mulai pukul 13.00 WIB, kegiatan sosial tahunan tersebut menyalurkan santunan kepada 217 penerima manfaat yang terdiri atas anak yatim, anak piatu, yatim piatu, dan janda lanjut usia.
Dengan total dana santunan sebesar Rp55.750.000, kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda sosial rutin yang terus dipertahankan sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2021. Dana yang dihimpun berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari kotak santunan di setiap RT, donatur, Pokdarwis, sumbangan Kelompok PKH Lansia, hingga berbagai bentuk partisipasi warga lainnya.
Adapun rincian penerima santunan meliputi:
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan basmalah sebagai bentuk ikhtiar memohon keberkahan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, Ketua TP PKK Desa Panembangan, Ibu Sutari, S.Pd., menyampaikan sambutan yang menegaskan pentingnya menjaga budaya berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Sutari mengatakan bahwa santunan tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan menjadi media untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang telah tumbuh di Desa Panembangan.
"Program santunan ini lahir dari semangat gotong royong masyarakat. Besar kecilnya bantuan bukanlah ukuran utama, tetapi kepedulian yang terus hidup di hati warga. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut, semakin berkembang, dan mampu memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang secara konsisten mendukung keberlangsungan program tersebut sejak lima tahun terakhir.
Sementara itu, Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan santunan merupakan bukti nyata bahwa kekuatan masyarakat terletak pada solidaritas dan kebersamaan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa, TP PKK, lembaga kemasyarakatan, kelompok masyarakat, hingga para donatur menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam membangun desa yang peduli terhadap sesama.
"Kami bersyukur masyarakat Panembangan memiliki budaya saling membantu yang begitu kuat. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menumbuhkan rasa empati, memperkuat persaudaraan, serta menjaga tradisi gotong royong yang menjadi jati diri bangsa," kata Untung.
Usai sambutan, santunan diserahkan secara simbolis kepada para penerima manfaat yang hadir. Kegiatan kemudian ditutup dengan pengajian yang disampaikan oleh H. Agus Miftah dari Pernasidi. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT, memperbanyak sedekah, serta menjaga kepedulian terhadap kaum dhuafa dan anak-anak yang membutuhkan perhatian.
Selama pelaksanaan kegiatan, suasana berlangsung tertib, penuh kehangatan, dan sarat nilai kebersamaan. Senyum para penerima santunan menjadi gambaran bahwa kepedulian yang dibangun secara kolektif mampu menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Program santunan TP PKK Desa Panembangan yang telah berjalan sejak tahun 2021 kini tidak hanya menjadi agenda sosial tahunan, tetapi juga telah berkembang menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong masyarakat desa. Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, program tersebut diharapkan terus berkelanjutan dan menjadi warisan nilai kemanusiaan bagi generasi mendatang.


