Berita 22 Jul 2026 99 Dilihat

Panen KWT Asmita Panembangan Jadi Momentum Penguatan Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Perempuan

Website Resmi Desa Panembangan

Panen KWT Asmita Panembangan Jadi Momentum Penguatan Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Perempuan

PANEMBANGAN — Semangat mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga kembali terlihat di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok. Kelompok Wanita Tani (KWT) Asmita menggelar kegiatan panen hasil budidaya tanaman pangan dan hortikultura pada Rabu (23/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Desa Panembangan, Sutari, S.Pd., serta didampingi oleh Penyuluh Pertanian, Nur Okdwi Cita Susriana, S.P., M.P., yang sekaligus memberikan bimbingan teknis dan pembinaan kepada seluruh anggota KWT.

Panen tersebut bukan sekadar memetik hasil tanaman, melainkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kemandirian pangan rumah tangga sekaligus meningkatkan kapasitas perempuan desa di bidang pertanian. Suasana kebersamaan tampak mewarnai kegiatan ketika para anggota KWT memanen berbagai komoditas sayuran yang telah dibudidayakan secara gotong royong di lahan kelompok.

Ketua TP PKK Desa Panembangan, Sutari, S.Pd., menyampaikan bahwa keberadaan Kelompok Wanita Tani memiliki peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan maupun lahan kelompok tidak hanya menghasilkan bahan pangan sehat, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.

"KWT menjadi wadah bagi perempuan untuk belajar, berkreasi, dan menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat. Harapannya, semangat ini terus tumbuh sehingga semakin banyak keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Penyuluh Pertanian Nur Okdwi Cita Susriana, S.P., M.P. memberikan pembinaan mengenai teknik budidaya tanaman yang baik, mulai dari pengolahan media tanam, pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman secara ramah lingkungan, hingga pentingnya menjaga keberlanjutan produksi melalui pola tanam yang terencana.

Ia juga mendorong anggota KWT agar tidak berhenti pada kegiatan budidaya semata, melainkan mulai mengembangkan kemampuan dalam pengolahan hasil pertanian, pengemasan produk, hingga pemasaran sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga.

"Kelompok wanita tani memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi unit usaha produktif apabila didukung dengan pengelolaan organisasi yang baik, inovasi, dan kemauan untuk terus belajar," jelasnya di hadapan para peserta.

Selain sesi pembinaan, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi mengenai berbagai kendala yang dihadapi anggota selama proses budidaya, seperti pengendalian hama, pemanfaatan pupuk organik, efisiensi penggunaan air, serta strategi menjaga produktivitas tanaman pada musim yang berubah-ubah. Penyuluh pertanian memberikan berbagai solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh anggota kelompok.

Keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT) sendiri merupakan organisasi masyarakat yang beranggotakan perempuan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian dalam bidang pertanian. Di berbagai daerah, KWT berperan sebagai penggerak pemanfaatan pekarangan pangan lestari, budidaya sayuran, tanaman obat keluarga, buah-buahan, hingga pengembangan usaha olahan hasil pertanian.

Lebih dari sekadar kelompok budidaya, KWT menjadi ruang pembelajaran bersama yang memperkuat budaya gotong royong, mempererat solidaritas antaranggota, serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi pertanian yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, anggota KWT didorong untuk memiliki kemampuan teknis sekaligus jiwa kewirausahaan.

Bagi Desa Panembangan, keberadaan KWT Asmita menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Sinergi antara TP PKK, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan para anggota kelompok diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal, meningkatkan konsumsi pangan bergizi, serta membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga melalui sektor pertanian.

Kegiatan panen tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan melalui sektor pertanian mampu menghadirkan manfaat yang luas, tidak hanya bagi anggota kelompok, tetapi juga bagi pembangunan desa secara keseluruhan. Dengan pendampingan yang berkesinambungan dan semangat kebersamaan yang terus terjaga, KWT Asmita diharapkan semakin berkembang sebagai kelompok tani perempuan yang produktif, inovatif, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga.






Tulis Komentar