Berita 04 Aug 2026 40 Dilihat

Panembangan Festival 2026 Siap Digelar, Warga Bersatu Menghidupkan Budaya dan Menggerakkan Ekonomi Desa

Website Resmi Desa Panembangan

Panembangan Festival 2026 Siap Digelar, Warga Bersatu Menghidupkan Budaya dan Menggerakkan Ekonomi Desa

PANEMBANGAN — Di banyak desa, peringatan Hari Kemerdekaan identik dengan perlombaan dan panggung hiburan. Namun di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, perayaan itu hendak dimaknai lebih jauh. Melalui Panembangan Festival 2026, masyarakat tidak hanya diajak merayakan kemerdekaan, tetapi juga merawat identitas budaya, menghidupkan ekonomi lokal, serta memperkuat kebersamaan sebagai modal utama pembangunan desa.

Selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Agustus 2026, Lapangan Desa Panembangan akan berubah menjadi ruang temu masyarakat. Di sana, produk-produk UMKM dipamerkan, kesenian tradisional dipentaskan, kreativitas warga diperlombakan, dan semangat gotong royong diwujudkan dalam sebuah festival yang mengusung tema "Panembangan Nyawiji"—bersatu membangun desa melalui karya dan budaya.

Festival ini merupakan program Pemerintah Desa Panembangan yang dikelola oleh Karang Taruna Tekad Sembada VII Desa Panembangan sebagai pelaksana utama. Keterlibatan organisasi kepemudaan tersebut menjadi cerminan semakin besarnya peran generasi muda dalam menginisiasi kegiatan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat desa.

Kepala Desa Panembangan H. Untung Sanyoto, S.Pd. mengatakan, Panembangan Festival merupakan wujud kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun desa melalui pendekatan budaya dan pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, festival ini diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat, pelaku UMKM, seniman, pemuda, dan seluruh warga dalam semangat kebersamaan.

"Panembangan Festival bukan sekadar perayaan HUT Kemerdekaan. Kami ingin menjadikannya sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa desa memiliki potensi luar biasa apabila seluruh unsur masyarakat bersatu. Melalui tema 'Panembangan Nyawiji', kami mengajak seluruh warga bergandengan tangan membangun desa, melestarikan budaya, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat," ujar Untung.

Ia menambahkan, Pemerintah Desa memberikan kepercayaan kepada Karang Taruna Tekad Sembada VII untuk mengelola penyelenggaraan festival sebagai bentuk dukungan terhadap peran strategis pemuda dalam pembangunan desa.

"Kami percaya Karang Taruna memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan berinovasi. Karena itu, Panembangan Festival menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kapasitasnya dalam mengelola sebuah agenda besar yang melibatkan seluruh masyarakat. Kami berharap festival ini dapat tumbuh menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat nama Panembangan di tingkat Kabupaten Banyumas bahkan lebih luas lagi," katanya.

Festival ini diselenggarakan sebagai bagian dari program Pemerintah Desa Panembangan sekaligus tindak lanjut hasil musyawarah panitia. Lebih dari sekadar agenda tahunan, Panembangan Festival dirancang sebagai media untuk melestarikan seni budaya lokal, mempererat hubungan antarmasyarakat, mengembangkan kreativitas lintas generasi, memperkuat semangat gotong royong, serta memperkenalkan Panembangan sebagai desa budaya yang memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif.

Konsep yang diusung memperlihatkan upaya menyatukan berbagai potensi desa dalam satu panggung bersama. Di satu sisi, festival menghadirkan bazar UMKM sebagai ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Di sisi lain, panggung budaya akan diisi pertunjukan seni lengger, musik, Panembangan Bersholawat, pagelaran wayang kulit, jalan sehat, senam massal, hingga makan bersama yang menjadi simbol eratnya persaudaraan masyarakat.

Partisipasi masyarakat menjadi ruh utama festival ini. Seluruh RT akan mengikuti Expo RT yang menampilkan produk unggulan, hasil pertanian, kerajinan, inovasi, hingga potensi lingkungan masing-masing. Selain itu, masyarakat akan mengikuti berbagai perlombaan, mulai dari sepeda hias anak, lomba permainan tradisional, sambung lagu antarrukun tetangga, sholawat, anak islami, lomba tumpeng, hingga kompetisi fotografi dan Reels Instagram sebagai media promosi digital desa.

Panitia berharap keterlibatan masyarakat tidak berhenti sebagai peserta ataupun penonton. Melalui Panembangan Festival, warga diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkenalkan identitas Desa Panembangan kepada masyarakat luas. Aktivitas ekonomi yang tumbuh selama festival juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, memperluas jejaring usaha, serta memperkuat posisi Panembangan sebagai salah satu desa yang aktif mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat.

Lebih jauh, Panembangan Festival menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat dimulai dari penguatan modal sosial. Ketika pemerintah desa, Karang Taruna, pelaku UMKM, komunitas seni, dan masyarakat berjalan dalam satu irama, sebuah festival tidak lagi menjadi sekadar hiburan tahunan, melainkan ruang kolaborasi yang melahirkan kebanggaan kolektif sekaligus investasi sosial bagi masa depan desa.

Dengan konsep tersebut, Panembangan Festival 2026 diharapkan menjadi tonggak lahirnya agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat identitas Desa Panembangan sebagai desa yang kreatif, berbudaya, dan memiliki daya saing melalui kekuatan masyarakatnya sendiri.

Tulis Komentar