PANEMBANGAN – Pemerintah Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, mulai mempersiapkan penyelenggaraan Panembangan Festival 2026, sebuah agenda kolaboratif yang akan menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat desa. Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Desa yang digelar di Pendopo Desa Panembangan pada Selasa (14/7/2026) malam.
Musyawarah yang dipimpin oleh Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd, dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua RW, Ketua RT, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta berbagai unsur masyarakat. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi seluruh elemen desa untuk menyukseskan penyelenggaraan Panembangan Festival 2026.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Panembangan menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan harus dikemas sebagai momentum yang mampu mempererat persatuan masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi pengembangan potensi desa. Karena itu, Panembangan Festival dirancang bukan hanya sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat kebersamaan, melestarikan budaya lokal, serta mendorong partisipasi aktif seluruh warga.
"Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kebersamaan dan gotong royong. Panembangan Festival diharapkan menjadi milik seluruh masyarakat, sehingga setiap unsur dapat berkontribusi sesuai peran dan kemampuannya," ujar H. Untung Sanyoto.
Dalam forum tersebut, peserta musyawarah membahas pembentukan kepanitiaan, pembagian tugas setiap bidang, penyusunan jadwal kegiatan, hingga strategi pelaksanaan agar seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan meriah. Berbagai masukan dari Ketua RT, Ketua RW, PKK, Karang Taruna, BPD, serta unsur keamanan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan konsep kegiatan.
Berdasarkan hasil musyawarah, Panembangan Festival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 26 Agustus 2026. Selama lima hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhkan beragam kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan warga. Agenda tersebut di antaranya berbagai perlombaan tradisional dan olahraga, pentas seni dan budaya, festival masyarakat, pertunjukan kreativitas pemuda, kegiatan hiburan rakyat, bazar UMKM, serta sejumlah kegiatan sosial dan kebersamaan yang dirancang untuk memperkuat rasa persaudaraan antarwarga.
Panembangan Festival juga diharapkan menjadi etalase potensi Desa Panembangan. Melalui penyelenggaraan festival ini, masyarakat tidak hanya diajak memaknai nilai-nilai perjuangan para pahlawan, tetapi juga didorong untuk menampilkan kreativitas, melestarikan seni budaya lokal, serta menggerakkan perekonomian desa melalui keterlibatan pelaku UMKM dan komunitas masyarakat.
Peran masing-masing unsur masyarakat pun menjadi perhatian dalam musyawarah. Ketua RT dan RW akan mengoordinasikan partisipasi warga di wilayahnya, PKK berperan dalam mendukung kegiatan sosial dan pemberdayaan keluarga, Karang Taruna menjadi motor penggerak berbagai kegiatan kepemudaan dan hiburan, sedangkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama rangkaian festival berlangsung.
Melalui persiapan yang dilakukan sejak dini dan kolaborasi lintas elemen masyarakat, Pemerintah Desa Panembangan optimistis Panembangan Festival 2026 akan menjadi perayaan kemerdekaan yang tidak hanya semarak, tetapi juga memberikan dampak positif bagi penguatan persatuan, pelestarian budaya, dan pengembangan potensi desa. Festival tersebut diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat identitas Desa Panembangan sebagai desa yang kreatif, harmonis, dan berdaya saing.



