PANEMBANGAN, BANYUMAS — Sebanyak 26 Rukun Tetangga (RT) di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, mulai mempersiapkan stand masing-masing untuk mengikuti Lomba Stand RT dalam rangkaian Panembangan Festival 2026, Sabtu (22/8/2026).
Persiapan stand berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Warga dari masing-masing RT bergotong royong membangun, menata, sekaligus menghias stand dengan mengandalkan kreativitas dan potensi yang dimiliki lingkungan masing-masing.
Sejak pagi, suasana di berbagai titik Desa Panembangan tampak semarak. Warga bersama-sama mengerjakan berbagai kebutuhan stand, mulai dari pemasangan konstruksi, pembuatan dekorasi, penataan ruang, hingga menyiapkan berbagai produk unggulan yang akan ditampilkan kepada pengunjung.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi persiapan menghadapi perlombaan. Proses pengerjaan stand menjadi ruang bagi warga untuk memperkuat kebersamaan dan kekompakan di tingkat RT.
Setiap warga mengambil peran sesuai kemampuan. Ada yang mengerjakan dekorasi, menyiapkan perlengkapan, menata produk, hingga memberikan ide mengenai konsep stand yang akan ditampilkan.
Semangat gotong royong menjadi salah satu pemandangan utama dalam persiapan tersebut. Kreativitas warga juga terlihat dari upaya masing-masing RT menghadirkan konsep stand yang memiliki karakter dan identitas tersendiri.
Menggali Potensi Produk Unggulan
Lomba Stand RT dalam Panembangan Festival 2026 dirancang tidak hanya untuk menghadirkan kompetisi antarrukun tetangga. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menggali, mengenalkan, dan mengembangkan potensi produk unggulan yang dimiliki setiap RT.
Produk yang ditampilkan diharapkan dapat merepresentasikan potensi masyarakat setempat, baik berupa produk pangan, kerajinan, hasil pertanian, perikanan, maupun berbagai produk kreatif dan unggulan lainnya.
Dengan demikian, stand RT diharapkan tidak berhenti sebagai dekorasi dalam sebuah festival, tetapi dapat menjadi etalase potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Desa Panembangan.
Kepala Desa Panembangan, H. Untung Sanyoto, S.Pd., mengatakan, lomba stand RT menjadi momentum untuk membangun kebersamaan sekaligus memberikan ruang kepada masyarakat untuk menunjukkan kreativitas dan potensi yang ada di lingkungannya.
“Yang paling penting dari kegiatan ini bukan hanya persoalan menang atau kalah. Kita ingin seluruh warga bergerak bersama, bergotong royong, membangun kekompakan, sekaligus menggali potensi yang ada di masing-masing RT,” ujar Untung.
Menurut dia, keberadaan 26 stand RT diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai keragaman potensi masyarakat Panembangan. Setiap RT memiliki karakter, sumber daya, dan kreativitas yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi.
“Kami berharap setiap RT dapat menampilkan produk unggulannya dengan sebaik mungkin. Mudah-mudahan dari kegiatan ini muncul potensi-potensi baru yang nantinya bisa dikembangkan menjadi produk unggulan desa dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Festival sebagai Ruang Kebersamaan
Panembangan Festival 2026 tidak hanya menjadi agenda hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Persiapan lomba stand yang dilakukan secara serentak menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mampu menggerakkan partisipasi warga hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Bagi warga, proses membangun dan menghias stand menjadi pengalaman bersama. Perbedaan gagasan dan kreativitas justru menjadi bagian dari dinamika gotong royong yang memperkuat hubungan antarwarga.
Melalui Lomba Stand RT, Desa Panembangan ingin menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga mengenai kekuatan masyarakat, kreativitas warga, serta kemampuan mengelola potensi lokal.
Sebanyak 26 RT pun kini bersiap menghadirkan karya terbaiknya. Di balik kemeriahan stand yang akan tampil dalam Panembangan Festival 2026, terdapat semangat gotong royong warga untuk menunjukkan bahwa potensi desa dapat tumbuh dari lingkungan terkecil, yakni RT.