BANYUMAS – Kabar membanggakan datang dari Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Isna Farida, kader kesehatan Posyandu Hapsari 4, berhasil meraih Juara II Kader Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.
Prestasi tersebut bukan sekadar menjadi kebanggaan bagi Isna Farida secara pribadi, tetapi juga menjadi buah dari kolaborasi antara kader, pemerintah desa, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat yang selama ini bersama-sama menguatkan pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.
Kepastian tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/298 Tahun 2026 tentang Kader Posyandu Bidang Kesehatan dan Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang ditetapkan di Semarang pada 26 Agustus 2026 oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Dalam lampiran keputusan tersebut, Isna Farida tercatat sebagai Juara II dengan total nilai 1.246,84, berada di bawah Juara I Nazilatul Nikmah Suprobo dari Kabupaten Wonosobo dengan nilai 1.267,52. Atas prestasinya, Isna mendapatkan Piagam Penghargaan dan Uang Pembinaan sebesar Rp2.000.000.
Dari Posyandu Hapsari 4 Menuju Panggung Provinsi
Perjalanan Isna Farida hingga mampu berdiri sebagai salah satu kader terbaik Jawa Tengah menjadi gambaran bahwa kerja-kerja kesehatan di tingkat masyarakat memiliki arti yang besar.
Sebagai kader kesehatan Posyandu Hapsari 4 Desa Panembangan, Isna tidak hanya berhadapan dengan kegiatan pelayanan posyandu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan keluarga dan lingkungan.
Kompetisi tingkat provinsi tersebut sendiri dilaksanakan melalui tahapan penilaian yang terstruktur. Dalam keputusan gubernur disebutkan bahwa proses penetapan pemenang didasarkan antara lain pada seleksi administrasi dan seleksi paparan yang dilaksanakan pada Mei dan Juni 2026.
Hasil akhirnya menempatkan Isna Farida di posisi kedua dari enam kader yang masuk dalam daftar Kader Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.
Bukan Hanya Prestasi Pribadi
Bagi Isna, capaian tersebut tidak lahir dari kerja seorang diri.
Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan penilaian tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Juara II tingkat Provinsi Jawa Tengah bukan hanya menjadi prestasi pribadi saya, tetapi merupakan hasil dari kerja bersama dan dukungan banyak pihak.”
Isna juga menyampaikan apresiasi secara khusus kepada Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas, Puskesmas Cilongok 1, Pemerintah Desa Panembangan, seluruh Kader Posyandu Hapsari 4, serta masyarakat Desa Panembangan yang telah memberikan dukungan, arahan, semangat, dan kepercayaan.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas, Puskesmas Cilongok 1, Pemerintah Desa Panembangan, seluruh Kader Posyandu Hapsari 4, dan masyarakat Desa Panembangan. Tanpa dukungan dan kebersamaan dari semua pihak, pencapaian ini tentu tidak akan sampai pada titik ini.”
Menurut Isna, penghargaan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
“Semoga penghargaan ini bukan menjadi akhir, tetapi menjadi penyemangat untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Semoga Posyandu Hapsari 4 semakin maju dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Panembangan.”
Menguatkan Semangat Kader di Tingkat Desa
Keberhasilan Isna juga menjadi pesan penting bahwa keberadaan kader kesehatan di tingkat desa memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan.
Keputusan Gubernur Jawa Tengah tersebut menegaskan bahwa penghargaan diberikan sebagai bentuk motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus apresiasi kepada kader dan Posyandu bidang kesehatan yang berprestasi. Pelayanan kesehatan juga diarahkan untuk terus mengalami transformasi dan menjangkau masyarakat hingga tingkat Rukun Warga sebagai bagian dari Integrasi Layanan Primer.
Bagi Desa Panembangan, capaian Isna Farida menjadi kebanggaan sekaligus energi baru untuk terus memperkuat gerakan kesehatan berbasis masyarakat.
Sebab pada akhirnya, sebuah penghargaan bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium, tetapi tentang seberapa banyak tangan yang bekerja, seberapa banyak masyarakat yang terlayani, dan seberapa besar perubahan yang berhasil diwujudkan bersama.
Dari Hapsari 4 untuk Panembangan, dari Panembangan untuk Banyumas, dan kini membawa nama Banyumas di tingkat Jawa Tengah.
Selamat dan sukses, Isna Farida. Juara II Kader Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. 🏆💙