PANEMBANGAN – Upaya mewujudkan Desa Panembangan sebagai Desa Wisata Ramah Muslim terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pangan halal. Sebanyak empat warga Desa Panembangan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Juru Sembelih Halal (JULEHA) Batch 4 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di bidang jaminan produk halal, Jumat (24/7/2026).
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat skema Smart Village Binaan Tahun Anggaran 2026 yang mengusung tema "Transformasi Panembangan sebagai Desa Wisata Ramah Muslim: Integrasi Sertifikasi Halal, Wisata Halal, dan Promosi Digital untuk Pemberdayaan Masyarakat."
Kegiatan teori dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, sementara peserta dari Desa Panembangan mengikuti pelatihan secara bersama-sama dari Ruang Kepala Desa Panembangan. Jalannya kegiatan di desa dikoordinasikan oleh Dwi Respatiningrum, S.Pd.I., sehingga proses pembelajaran berlangsung tertib dan efektif.
Empat peserta yang mengikuti pelatihan tersebut terdiri atas Sukirno dan Siti Rahayu dari Rumah Potong Unggas (RPU) Setiawan Broiler, serta Nurnaini Fauziyah dan Warso dari RPU Nani Sawung. Seluruh peserta memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan secara gratis sebagai bentuk dukungan kepada Panembangan yang telah ditetapkan sebagai desa binaan Unsoed, meskipun secara umum biaya pelatihan mencapai Rp850.000 per peserta.
Pelatihan JULEHA bukan sekadar mengajarkan teknik penyembelihan unggas, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai syariat Islam, kesejahteraan hewan, aspek higienitas, keamanan pangan, hingga ketentuan dalam Sistem Jaminan Produk Halal. Materi disampaikan oleh narasumber dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan LPK Halal Center Unsoed, sedangkan praktik penyembelihan dijadwalkan berlangsung secara luring pada Sabtu (25/7/2026) di Gedung LPPM Universitas Jenderal Soedirman.
Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan akan memperoleh sertifikat Bimbingan Teknis Juru Sembelih Halal yang terverifikasi BPJPH, sebagai bekal kompetensi dalam menjalankan proses penyembelihan sesuai standar halal nasional.
Program ini dinilai memiliki arti strategis bagi pengembangan usaha peternakan dan pengolahan unggas di Desa Panembangan. Keberadaan juru sembelih halal yang kompeten menjadi salah satu mata rantai penting dalam mewujudkan produk pangan yang memenuhi prinsip halalan thayyiban, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk unggas lokal.
Lebih jauh, pelatihan ini menjadi bagian dari langkah besar transformasi Desa Panembangan menuju destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan potensi alam dan budaya, tetapi juga didukung oleh ekosistem ekonomi halal. Penguatan kapasitas pelaku usaha, termasuk rumah potong unggas, menjadi fondasi penting dalam membangun rantai pasok halal yang terintegrasi dengan sektor pariwisata, kuliner, dan usaha mikro masyarakat.
Melalui pendampingan berkelanjutan dari Universitas Jenderal Soedirman, Desa Panembangan diharapkan mampu menjadi contoh implementasi konsep Smart Village yang mengintegrasikan inovasi akademik dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong lahirnya desa yang lebih berdaya saing, mandiri, dan siap berkembang sebagai Desa Wisata Ramah Muslim yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai kehalalan dalam setiap rantai usahanya.
