Berita 11 Aug 2026 79 Dilihat

Dari Panembangan Menuju Panggung Wijayakusuma Awards 2026, Smart Fisheries Village Tembus 15 Besar

Website Resmi Desa Panembangan

Dari Panembangan Menuju Panggung Wijayakusuma Awards 2026, Smart Fisheries Village Tembus 15 Besar

BANYUMAS — Ikhtiar Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi perikanan dan pertanian memasuki babak penting. Tim Smart Fisheries Village (SFV) Desa Panembangan berhasil menembus jajaran 15 besar Wijayakusuma Awards 2026 dan selanjutnya akan mengikuti tahap presentasi serta sesi tanya jawab di hadapan tim juri.

Prestasi tersebut menjadi capaian strategis bagi Panembangan. Bukan sekadar keberhasilan dalam sebuah kompetisi inovasi, lolosnya SFV ke tahap presentasi menunjukkan bahwa gagasan pembangunan berbasis potensi lokal yang dikembangkan secara kolaboratif mulai mendapatkan pengakuan pada level yang lebih luas.

Berdasarkan pengumuman Panitia Wijayakusuma Awards 2026, sebanyak 35 peserta dinyatakan lolos ke tahap presentasi. Tim Smart Fisheries Village—yang membawa inovasi dari Desa Panembangan—menjadi salah satu peserta yang berhasil melewati tahapan seleksi dan melanjutkan perjuangan menuju tahap penilaian berikutnya.

Mengangkat Potensi Desa Menjadi Inovasi

Smart Fisheries Village Panembangan dikembangkan sebagai pendekatan yang mengintegrasikan potensi perikanan, pertanian, kelembagaan masyarakat, pengolahan hasil, hingga pengembangan ekonomi lokal dalam satu ekosistem pembangunan desa.

Konsep tersebut tidak berhenti pada aktivitas budidaya ikan. SFV Panembangan diarahkan untuk membangun keterhubungan dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat dan memanfaatkan potensi desa sebagai fondasi penguatan ekonomi serta ketahanan pangan.

Pengembangan kawasan mina padi, budidaya perikanan, pengolahan hasil perikanan, pemberdayaan kelompok masyarakat, hingga pengembangan wisata berbasis potensi lokal menjadi bagian dari ekosistem yang terus dibangun.

Melalui pendekatan tersebut, inovasi SFV diharapkan mampu menciptakan nilai tambah sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.

Bersiap Memaparkan Gagasan di Hadapan Juri

Setelah dinyatakan lolos, Tim Smart Fisheries Village Desa Panembangan kini mempersiapkan diri menghadapi tahapan presentasi Wijayakusuma Awards 2026.

Tahapan tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung Patra Graha PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Cilacap pada 12–13 Agustus 2026. Peserta dari luar Kabupaten Cilacap, termasuk Tim SFV Panembangan, dijadwalkan mengikuti presentasi pada 13 Agustus 2026.

Setiap tim diberikan waktu 10 menit untuk mempresentasikan inovasi, kemudian dilanjutkan dengan 10 menit sesi tanya jawab bersama dewan juri. Dalam pelaksanaannya, maksimal lima orang perwakilan dari setiap tim diperbolehkan hadir dalam sesi presentasi.

Bagi Tim SFV Panembangan, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menjelaskan secara komprehensif bagaimana inovasi yang dibangun di tingkat desa mampu menjawab persoalan nyata sekaligus menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Materi presentasi akan menitikberatkan pada substansi inovasi, proses implementasi, dampak yang telah dihasilkan, keberlanjutan program, serta potensi pengembangannya agar dapat direplikasi di wilayah lain.

Bukan Sekadar Kompetisi

Masuknya SFV Panembangan ke tahap presentasi juga menjadi momentum untuk membawa cerita pembangunan desa ke ruang yang lebih luas.

Di balik konsep Smart Fisheries Village terdapat proses panjang berupa penguatan kelembagaan, pendampingan masyarakat, pengembangan komoditas, inovasi pengolahan, serta upaya membangun konektivitas antarsektor. Seluruh proses tersebut menjadi modal penting dalam menunjukkan bahwa inovasi desa dapat tumbuh dari kebutuhan masyarakat dan potensi yang tersedia di lingkungan sendiri.

Bagi Desa Panembangan, Wijayakusuma Awards 2026 bukan semata tentang mengejar predikat juara. Ajang ini menjadi ruang pembuktian bahwa inovasi berbasis potensi lokal dapat menjadi instrumen pembangunan yang menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat.

Kepala Desa Panembangan H. Untung Sanyoto, S.Pd., bersama jajaran pemerintah desa dan seluruh unsur yang terlibat dalam pengembangan SFV, terus mendorong agar inovasi tersebut tidak berhenti sebagai program atau proyek kompetisi, tetapi berkembang menjadi ekosistem pembangunan desa yang berkelanjutan.

Membawa Nama Panembangan ke Level Lebih Tinggi

Lolosnya Smart Fisheries Village ke jajaran peserta presentasi Wijayakusuma Awards 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Panembangan.

Perjalanan menuju panggung presentasi menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari desa memiliki kesempatan untuk bersaing ketika dibangun dengan gagasan yang kuat, kolaborasi yang konsisten, serta dampak yang nyata.

Kini, tantangan berikutnya adalah menyampaikan seluruh proses dan capaian tersebut secara singkat, tajam, dan meyakinkan di hadapan dewan juri.

Dari kolam, sawah, kelompok masyarakat, hingga ekosistem ekonomi desa, Smart Fisheries Village Panembangan membawa satu pesan: pembangunan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat tumbuh dari potensi yang ada, ketika masyarakat bergerak bersama dan inovasi diberi ruang untuk berkembang.

Pada 13 Agustus 2026, nama Panembangan kembali dibawa ke panggung yang lebih luas. Bukan hanya untuk memperebutkan penghargaan, tetapi untuk menunjukkan bahwa desa mampu melahirkan inovasi, membangun kolaborasi, dan menciptakan masa depan dari kekuatan yang dimilikinya sendiri.

Tulis Komentar