Berita 12 Aug 2026 92 Dilihat

Dari Dapur Posyandu Hapsari 4, Isna Farida dan Aluna Tembus 10 Besar Lomba MPASI Banyumas

Website Resmi Desa Panembangan

Dari Dapur Posyandu Hapsari 4, Isna Farida dan Aluna Tembus 10 Besar Lomba MPASI Banyumas

BANYUMAS — Berawal dari kepedulian seorang ibu terhadap kebutuhan gizi anak, Isna Farida bersama putrinya, Aluna Zahira Naladhipa, kini melangkah ke panggung penentuan juara Lomba Kreasi Menu MPASI untuk Anak Usia 6–24 Bulan tingkat Kabupaten Banyumas.

Isna Farida, peserta dari Posyandu Hapsari 4, Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, berhasil masuk dalam 10 besar finalis lomba yang diselenggarakan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas dalam rangka Gerakan Bersama Cegah Stunting.

Nama Isna dan Aluna tercantum sebagai finalis nomor urut pertama dalam surat pemberitahuan hasil seleksi yang diterbitkan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas pada 11 Agustus 2026. Seleksi dilakukan berdasarkan penilaian terhadap dokumen resep, kandungan gizi, dan kreativitas menu yang dikirimkan peserta.

Bagi Isna, capaian tersebut bukan sekadar hasil dari sebuah perlombaan. Kehadiran Aluna menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Kreasi menu MPASI yang disiapkan untuk lomba sekaligus menggambarkan perhatian seorang ibu terhadap makanan yang aman, bergizi, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Lomba tersebut sebelumnya digelar pada 16–25 Juli 2026. Antusiasme para ibu balita menjadi bagian dari upaya bersama mendorong kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sekaligus pencegahan stunting.

Aluna Membawa Isna ke Babak Penentuan

Masuknya Isna dan Aluna ke dalam jajaran 10 besar membuat perjalanan mereka belum berhenti. Justru, babak berikutnya menjadi tahap yang lebih menentukan.

Sepuluh finalis akan mengikuti kegiatan Gerakan Cegah Stunting pada Rabu, 19 Agustus 2026, di Pendopo Si Panji Kabupaten Banyumas. Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 12.30 WIB.

Menariknya, Isna sebagai finalis nomor urut 1 bersama finalis nomor urut 2 dan 3 mendapat tantangan khusus untuk mempersiapkan diri dalam penentuan Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.

Artinya, langkah Isna bersama Aluna kini semakin dekat dengan podium. Namun, posisi sebagai finalis nomor urut pertama bukan berarti telah menjadi juara pertama. Tiga besar tersebut masih akan ditentukan melalui tahapan penilaian berikutnya.

Pada babak penentuan, Isna harus kembali membawa menu MPASI yang sebelumnya telah dinilai. Menu tersebut harus disajikan dalam tiga kategori tekstur sesuai kelompok usia, yakni tekstur lumat atau saring untuk usia 6–8 bulan, cincang atau cacah untuk usia 9–11 bulan, serta tekstur biasa untuk usia 12–23 bulan. Peserta juga diwajibkan melakukan platting sesuai kategori tekstur dan membawa sendiri peralatan yang diperlukan.

Dari Panembangan untuk Gerakan Cegah Stunting

Keikutsertaan Isna Farida tidak berdiri sendiri. Ia membawa nama Posyandu Hapsari 4, Desa Panembangan, sekaligus menjadi gambaran bagaimana peran kader dan ibu balita dapat berjalan beriringan dalam membangun kesadaran tentang pentingnya gizi anak.

Bagi Aluna, perlombaan ini mungkin bermula dari sebuah menu yang disiapkan sang ibu. Namun bagi keluarga dan lingkungan di sekitarnya, pencapaian tersebut membawa pesan yang lebih luas: pencegahan stunting dapat dimulai dari hal sederhana di rumah, termasuk memastikan anak mendapatkan makanan pendamping ASI yang sesuai kebutuhan.

Kini, perhatian tertuju kepada Isna dan Aluna. Setelah berhasil melewati seleksi dan masuk 10 besar, keduanya akan kembali membawa kreasi menu MPASI dari Panembangan ke tingkat kabupaten.

Bukan hanya untuk mengejar gelar juara, tetapi juga membawa semangat bahwa dari meja makan keluarga, masa depan anak-anak Banyumas sedang dipersiapkan.

Isna dan Aluna telah melangkah sejauh ini. Kini, satu langkah lagi menuju penentuan juara.








Tulis Komentar